Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Dikabarkan Tolak Tawaran Gencatan Senjata Iran, Siapkan Serangan Baru
Willy Haryono • 26 September 2026 12:10
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak tawaran gencatan senjata selama tujuh hari dari Iran. Trump juga mengatakan ia memperkirakan akan melancarkan serangan baru setelah pemilu paruh waktu AS pada November selesai, menurut laporan media The Wall Street Journal (WSJ), Jumat, 25 September 2026.
Mengutip pejabat yang mengetahui masalah tersebut, para negosiator Iran menyampaikan tawaran itu melalui mediator di Qatar. Iran mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya kembali perundingan nuklir jika Washington mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Laporan tersebut menyebut pejabat AS telah memberi tahu Teheran dan para mediator bahwa tidak ada rencana untuk mencabut blokade tersebut. Washington memperhitungkan tekanan ekonomi yang berkelanjutan pada akhirnya akan memaksa Iran menyetujui kesepakatan sesuai dengan persyaratan AS.
Trump telah berganti-ganti antara upaya diplomatik, aksi militer, dan tekanan sanksi selama perang yang berlangsung selama tujuh bulan.
Trump juga disebut secara internal meragukan Teheran akan menyetujui pembongkaran program nuklirnya. Namun, di depan publik, Trump mengklaim Iran ingin mencapai kesepakatan setelah pemilu berakhir.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diketahui menolak persyaratan penyelesaian baru. Mereka justru menginginkan kembali pada sejumlah poin dalam kesepakatan awal pada Juni dan menyatakan siap menghadapi konflik berkepanjangan. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Menlu Iran: Selat Hormuz Bisa Dibuka Kembali dalam 7 Hari jika AS Setuju