Menlu Iran Abbas Araghchi saat memberikan keterangan pers di sela Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81 di New York, Amerika Serikat, Jumat, 25 September 2026. (Anadolu Agency)
Menlu Iran: Selat Hormuz Bisa Dibuka Kembali dalam 7 Hari jika AS Setuju
Willy Haryono • 26 September 2026 08:42
New York: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika Amerika Serikat (AS) menerima proposal yang disampaikan melalui Qatar.
Araghchi menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di New York, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB sesi ke-81, Jumat, 25 September 2026. Ia mengatakan hitungan tujuh hari akan dimulai setelah Washington menerima proposal tersebut.
Menurut Araghchi, AS diharapkan mengambil sejumlah langkah dalam empat atau lima hari pertama sehingga Selat Hormuz dapat dibuka kembali pada hari keenam.
Setelah itu, perundingan antara Teheran dan Washington untuk mencapai kesepakatan final akan dimulai pada hari ketujuh, kata Araghchi.
Menlu Iran tersebut mengatakan langkah-langkah yang diminta dari Washington sebenarnya telah tercantum dalam nota kesepahaman yang ditandatangani di Islamabad pada Juni.
"Jika ada keseriusan dari pihak AS untuk mencapai kesepakatan dan membuka kembali Selat Hormuz, semuanya kini telah dipersiapkan," kata Araghchi, dilansir dari Anadolu Agency.
Araghchi mengatakan Iran berkomitmen terhadap pelayaran yang aman melalui selat tersebut. Namun, dia menuduh Washington menggagalkan pelaksanaan kesepakatan melalui tindakan militer yang dilakukan setelahnya.
Dia menegaskan Teheran tetap terbuka terhadap jalur diplomasi. Namun, Iran menginginkan jaminan yang kredibel bahwa serangan AS tidak akan kembali dilakukan sebelum memasuki putaran perundingan berikutnya.
Baca juga: Melalui Sidang PBB, 80 Negara Desak Pembukaan Kembali Selat Hormuz