20 October 2026 21:35
Tangerang: Kapal Motor Penumpang (KMP) Batu Mandi terbakar saat hendak bersandar di Dermaga VI Pelabuhan Merak, Banten. Sebanyak 420 penumpang dilaporkan telah berhasil dievakuasi dan didata sementara di Posko Terpadu Dermaga Eksekutif Merak.
"Data yang berhasil saya himpun saat ini, yaitu untuk kendaraan ada 89 unit dan untuk penumpang orang sebanyak 420 orang," kata Kontributor Metro TV, Sefrinal Putra, dalam tayangan Breaking News Metro TV, Selasa 20 Oktober 2026.
Namun, jumlah tersebut belum dapat dicocokkan dengan manifes resmi karena data keberangkatan penumpang dari Pelabuhan Bakauheni belum diterima.
“Namun hingga saat ini kita belum berhasil mendapatkan data kepastian manifes berapa jumlah penumpang yang naik dari Pelabuhan Bakauheni dan begitu juga dengan jumlah kendaraan secara pastinya,” ujar Sefrinal.
Berdasarkan informasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), KMP Batu Mandi berangkat dari Pelabuhan Bakauheni pada pukul 14.52 WIB. Saat mendekati Dermaga VI sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat percikan api di bagian buritan atau belakang kapal, tepatnya di dek atas yang memuat kendaraan kecil.
“Karena kalau tidak dilakukan penyiraman secara menerus, kapal ini akan terancam tenggelam. Dan jika tenggelam akan mengganggu alur keluar masuk kapal feri yang akan bersandar dan keluar dari Pelabuhan Merak,” ujar Sefrinal.
Sejumlah penumpang mengalami luka, termasuk patah tulang, terkilir, dan luka ringan. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika di Cilegon dan Puskesmas Pulomerak untuk mendapatkan penanganan medis. Jumlah pasti penumpang yang mengalami luka masih belum diketahui.
"Beberapa penumpang ada memang mengalami patah tulang, terkilir, dan luka ringan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika Cilegon dan Puskesmas Pulomerak sendiri. Namun hingga saat ini saya belum dapat data kepastian untuk para penumpang yang mengalami luka ringan dan luka lainnya," ungkapnya.
Para penumpang yang selamat sementara ditampung di Posko Terpadu Dermaga Eksekutif Merak. Sebagian di antaranya telah menerima pakaian, selimut, dan makanan. Petugas juga melakukan pendampingan kepada penumpang, termasuk anak-anak yang dilaporkan mengalami trauma dan ketakutan setelah insiden tersebut.
Terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini belum ada kepastian. Sefrinal menyampaikan dugaan sementara kebakaran bersumber dari korsleting mesin kapal. Sejumlah penumpang juga menyebut kepulan asap diduga pertama kali muncul dari kamar mesin. Namun, dugaan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Kebakaran turut berdampak pada pelayanan penyeberangan Merak-Bakauheni. Sejumlah kapal mengalami keterlambatan karena kapal yang membantu proses evakuasi harus bersandar di dermaga pelabuhan. Antrean juga dilaporkan terjadi di dermaga reguler.
Hingga malam hari, tim gabungan masih memprioritaskan pemadaman dan pendinginan KMP Batu Mandi serta penanganan penumpang yang telah dievakuasi. Pendataan penumpang dan kendaraan juga masih berlangsung untuk dicocokkan dengan manifes keberangkatan dari Pelabuhan Bakauheni.