18 October 2026 21:49
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra Selatan. Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan dry ice selama dua hari pada 15 hingga 16 Oktober 2026.
Dalam operasi ini, BNPB menyemai sebanyak 2,4 ton dry ice dalam tiga sorti penerbangan dengan total waktu terbang mencapai 7 jam 3 menit. Pesawat penabur dry ice diberangkatkan langsung dari Bandara Raden Inten II, Bandar Lampung.
Penyemaian tahap awal dimulai pada sorti pertama dengan menyebar 800 kilogram dry ice di sekitar area Bandara Palembang. Hasilnya, jarak pandang yang semula hanya tercatat 1.000 meter pada pukul 13.00 WIB mengalami peningkatan menjadi 1.500 hingga 2.000 meter pada pukul 14.30 WIB.