10 September 2026 12:39
Bank Indonesia (BI) menilai kondisi likuiditas industri perbankan secara umum masih terjaga dengan baik. Kendati demikian, bank sentral mencatat adanya persoalan terkait distribusi likuiditas antarbank yang belum merata dan cenderung tersegmentasi di sejumlah kelompok bank.
Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam ajang Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 yang diselenggarakan oleh Metro TV bekerja sama dengan INDEF di Jakarta pada 3 September 2026. Forum strategis ini turut dihadiri oleh Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi dan Ketua DK LPS Anggito Abimanyu.
Destry menjelaskan, meskipun rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) secara agregat masih berada di atas batas 10 persen, analisis secara granular menunjukkan fenomena pergeseran pemanfaatan likuiditas di tingkat perbankan.
"Kalau melihat AL/DPK, alat likuid bank itu masih ya, cuma memang tadi kan distribusinya tidak merata, ada segmented. Nah, sehingga kita melihat ternyata ini banyak bank-bank yang menggunakan likuiditasnya itu bukan untuk intermediasi, tapi mereka buat investasi, dia taruh di SRBI, dia taruh di SBN, khususnya kalau kita lihat SRBI lah terasa sekali," ungkap Destry dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Kamis 10 September 2026.