Diam-Diam Mengintai, 5 Penyakit yang Perlu Diwaspadai di Usia 20-an-Tips Kesehatan

Wijokongko • 13 September 2026 10:35

Jakarta: Usia 20-an sering dianggap sebagai masa ketika tubuh masih berada dalam kondisi prima. Sayangnya, merasa sehat dan tidak mengalami keluhan bukan berarti seseorang terbebas dari risiko penyakit.

Sejumlah penyakit dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas selama bertahun-tahun. 


Berikut 5 penyakit tak bergejala yang perlu diwaspadai:


1. Hipertensi


Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi yang sering kali tidak disadari karena dapat muncul tanpa gejala yang jelas. Seseorang bisa mengalami hipertensi tanpa merasakan sakit kepala, pusing, maupun keluhan lainnya. Namun, tekanan darah yang terus tinggi dapat membebani pembuluh darah dan meningkatkan risiko gangguan pada organ penting, seperti jantung, otak, dan ginjal.

Menurut WHO, sekitar 1,3 miliar orang dewasa berusia 30 hingga 79 tahun di seluruh dunia mengalami hipertensi. Hampir separuh dari jumlah tersebut bahkan tidak mengetahui bahwa mereka memiliki kondisi ini. Karena itu, memeriksa tekanan darah secara rutin dapat menjadi langkah sederhana untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mendeteksi hipertensi sejak dini.

2. Diabetes Tipe 2


Diabetes tipe 2 dapat berkembang secara bertahap dan pada awalnya tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Salah satu proses yang berperan adalah resistensi insulin, yaitu kondisi ketika sel tubuh tidak dapat merespons insulin secara efektif.

Pada tahap awal, tubuh biasanya berusaha mengimbangi kondisi tersebut dengan memproduksi lebih banyak insulin. Karena itu, kadar gula darah masih dapat berada dalam batas tertentu meskipun resistensi insulin sudah terjadi. Namun, seiring waktu, kemampuan tubuh untuk mempertahankan kadar gula darah dapat menurun hingga akhirnya berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Risiko diabetes dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, kurangnya aktivitas fisik, berat badan, usia, dan riwayat keluarga. Pemeriksaan gula darah dapat membantu menilai kondisi metabolisme dan mendeteksi adanya gangguan kadar gula darah. Bagi orang dengan faktor risiko tertentu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi masing-masing.

3. Penyakit Kardiovaskular


Penyakit kardiovaskular juga dapat berkembang secara bertahap tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Salah satu proses yang berperan adalah aterosklerosis, yaitu penumpukan plak pada dinding pembuluh darah yang berlangsung dalam waktu lama.

Seiring bertambahnya plak, pembuluh darah dapat mengalami penyempitan dan aliran darah menjadi terganggu. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah serius, termasuk serangan jantung dan stroke, terutama jika pembuluh darah mengalami penyumbatan.

4. Kanker


Tidak semua jenis kanker menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Beberapa kanker dapat berkembang tanpa menimbulkan tanda yang mudah dikenali, sehingga pemeriksaan dan deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan.

Meski begitu, bukan berarti setiap orang perlu menjalani semua jenis pemeriksaan kanker sejak usia muda. Kebutuhan skrining biasanya disesuaikan dengan jenis kanker, usia, jenis kelamin, faktor risiko, serta riwayat kesehatan keluarga.

Seseorang yang memiliki riwayat kanker tertentu dalam keluarga mungkin memerlukan konsultasi atau pemeriksaan lebih awal. Karena itu, waktu dan jenis skrining sebaiknya ditentukan berdasarkan kondisi dan faktor risiko masing-masing.


5. Penyakit Ginjal


Penyakit ginjal kronis juga dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Ginjal masih mampu menjalankan fungsinya meskipun sebagian mengalami kerusakan. Karena itu, seseorang bisa saja tidak menyadari adanya gangguan hingga fungsi ginjal mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Ketika kondisi semakin berkembang, beberapa gejala dapat muncul, seperti mudah lelah, pembengkakan, perubahan nafsu makan, atau perubahan jumlah urine. Untuk menilai fungsi ginjal, pemeriksaan dapat dilakukan melalui beberapa indikator, termasuk kadar kreatinin dan estimasi laju filtrasi glomerulus atau eGFR. Sementara itu, pemeriksaan urine dapat membantu mendeteksi keberadaan albumin, yang dapat menjadi salah satu tanda awal adanya kerusakan ginjal. (Titik Nurmalasari)

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X