Apa Itu Mindfulness? Ini Penjelasannya-Tips Kesehatan

18 September 2026 12:01

Jakarta: Belakangan ini, istilah mindfulness tengah ramai dibicarakan oleh masyarakat. Di tengah aktivitas yang padat, seseorang terkadang menjalani berbagai kegiatan tanpa benar-benar menyadari apa yang sedang dilakukan. Kondisi tersebut membuat istilah mindfulness banyak digunakan sebagai salah satu cara untuk melatih kesadaran terhadap diri sendiri dan keadaan sekitar.

Apa Itu Mindfulness?

Secara harfiah, mindfulness adalah kemampuan dasar manusia untuk hadir sepenuhnya, menyadari di mana berada dan apa yang sedang dilakukan, tanpa merasa terlalu reaktif atau kewalahan oleh apa yang terjadi di sekitar. Istilah ini sering dikaitkan dengan konsep kesadaran penuh yang melibatkan pemusatan perhatian secara sengaja pada pengalaman saat ini.

Melansir dari Halodoc, dalam konteks medis, praktik ini digunakan sebagai bagian dari intervensi psikologis untuk membantu menyeimbangkan sistem saraf otonom atau sistem saraf yang bekerja secara otomatis. Rasa fokus diutamakan dalam mengamati pikiran dan emosi yang muncul tanpa mengategorikannya dengan label “baik” atau “buruk”. Hal ini pun dapat membantu seseorang melepaskan diri dari pola pikir otomatis yang berpotensi memicu stres kronis.

 

Konsep dan Praktik Mindfulness

Konsep mindfulness memiliki akar dalam tradisi meditasi Buddhis, tetapi saat ini praktik tersebut juga banyak digunakan dalam konteks kesehatan mental, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari.

Salah satu bentuk mindfulness yang paling dikenal adalah meditasi. Dalam praktiknya, seseorang dapat duduk dengan tenang dan memusatkan perhatian pada napas. Ketika pikiran mulai melayang ke berbagai hal, perhatian secara perlahan diarahkan kembali pada napas tanpa menyalahkan diri sendiri.

Namun, mindfulness tidak selalu harus dilakukan melalui meditasi. Aktivitas sederhana seperti makan, berjalan, atau berbicara dengan orang lain juga dapat menjadi latihan mindfulness apabila dilakukan dengan perhatian penuh.

Misalnya, ketika sedang makan, seseorang dapat lebih mengutamakan perhatian dalam mengenali rasa, aroma, tekstur, dan sensasi makanan daripada makan sambil terus melihat layar ponsel atau memikirkan aktivitas lainnya.

Praktik ini juga bukan berarti seseorang harus mengosongkan pikirannya. Pikiran yang muncul tetap merupakan hal yang wajar. Dalam mindfulness, seseorang justru belajar menyadari pikiran dan perasaan tersebut, kemudian membiarkannya berlalu tanpa harus langsung bereaksi.

Sejumlah penelitian juga telah mempelajari hubungan antara praktik mindfulness dengan kondisi psikologis. Meski demikian, manfaatnya dapat berbeda pada setiap orang dan mindfulness tidak dapat menggantikan penanganan profesional untuk masalah kesehatan mental.

Nah, mindfulness pada dasarnya merupakan latihan untuk kembali menyadari apa yang sedang terjadi saat ini. Praktiknya pun dapat dimulai dari hal sederhana, seperti berhenti sejenak, mengatur napas, dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X