BSI Dorong Masyarakat Miliki Hunian Lewat KUR Perumahan

24 May 2026 01:44

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) berbasis syariah. Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mempermudah akses hunian layak bagi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi produktif di daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait pada 21 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai rencana dukungan BSI ke depan serta pemetaan wilayah potensial untuk perbankan syariah.

Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan bahwa BSI memanfaatkan kompetensi intinya di bidang syariah untuk menjangkau segmen masyarakat yang spesifik. BSI bekerja sama dengan organisasi masyarakat (ormas) besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperluas jangkauan program ini.

"Kami menggunakan pendekatan syariah sehingga lebih mudah menggali potensinya, termasuk mendorong guru-guru di pesantren agar dapat menikmati program perumahan ini," ujar Anggoro yang dikutip Primetime News pada Sabtu, 23 Mei 2026. 
 

Baca juga: Industri Penjaminan Perkuat Akses Pembiayaan dan Stabilitas Sistem Keuangan

Program KPP ini juga dirancang untuk menggerakkan sektor ekonomi produktif, mulai dari pengembang, kontraktor, hingga toko bahan bangunan yang tergolong dalam skala UMKM. Pembiayaan KPP bagi pelaku UMKM menawarkan margin setara 6?ektif per tahun, dengan skema pembiayaan yang diharapkan mempermudah akses modal kerja dan investasi

"Bunga yang biasanya 11% disubsidi menjadi 6?n bisa sampai Rp20 miliar. Ini bisa melahirkan kelas menengah baru di daerah karena cost of fund menjadi rendah," jelas Maruarar. Selain itu, terdapat terobosan bagi debitur dengan plafon di bawah Rp100 juta yang tidak memerlukan jaminan tambahan.

BSI menunjukkan tren positif dalam penyaluran pembiayaan perumahan ini. Sejak diluncurkan pada Oktober 2025 hingga April 2026, BSI telah menyalurkan pembiayaan KPP sebesar Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah.

Khusus untuk periode Januari hingga April 2026, realisasi penyaluran telah mencapai Rp74 miliar. Angka ini setara dengan 60?ri total kuota yang diberikan pemerintah kepada BSI sebesar Rp1,25 triliun. 

Dengan capaian tersebut, BSI optimis dapat terus mendukung program kerja pemerintah, khususnya dalam menyukseskan target program '3 Juta Rumah' yang dicanangkan Presiden Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)