Jakarta: Fase paling krusial dalam ibadah haji kini sudah di depan mata. Memasuki hari ke-29 operasional haji 1447 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi mematangkan skema pergerakan jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, atau yang biasa disebut dengan kawasan Armuzna.
Langkah taktis ini diambil agar perpindahan ratusan ribu jemaah dapat berlangsung aman, tertib, serta terhindar dari risiko penumpukan massal.
Kedatangan Jemaah Mendekati Target
Berdasarkan data operasional terbaru, arus kedatangan jemaah haji asal Indonesia saat ini sudah mendekati fase akhir keberangkatan.
Tercatat sebanyak 93,36 persen jemaah dari kuota nasional telah berhasil mendarat dengan selamat di Arab Saudi.
Secara rinci, sebanyak 481 kloter yang mencakup 186.041 jemaah serta 1.919
petugas haji telah berada di tanah suci.
Mobilisasi Jutaan Jemaah
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menegaskan bahwa fase Armuzna merupakan inti dari ibadah haji sekaligus fase paling krusial.
Kondisi ini disebabkan oleh adanya pergerakan massa dalam skala raksasa yang melibatkan jutaan umat muslim dari berbagai belahan dunia secara bersamaan dalam ruang dan waktu yang sangat terbatas.
“Karena itu, pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan kesiapan fisik jemaah menjadi sangat penting. Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jemaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan,” ujar Maria dalam keterangan pers, Selasa, 21 Mei 2026.
Imbauan Disiplin dan Jaga Fisik
Oleh karena itu, pihak kementerian mengeluarkan imbauan keras agar seluruh jemaah Indonesia meningkatkan kedisiplinan mereka selama di lapangan.
Pengaturan mobilitas yang rapi dari petugas tidak akan berjalan efektif tanpa adanya kepatuhan penuh dari para jemaah itu sendiri.
Jemaah diminta untuk ketat mengikuti jadwal pergerakan yang sudah ditetapkan oleh komando petugas dan menjauhi aktivitas yang memicu kerumunan tambahan.
Selain disiplin, jemaah diharapkan mampu menghemat tenaga serta menjaga kondisi fisik tetap prima karena kestabilan stamina merupakan kunci utama kelancaran ibadah wukuf nanti.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)