Armuzna Disebut Ujian Penyelenggaraan Haji Sesungguhnya

Pelaksanaan haji. Foto: Metro TV/Bahol

Armuzna Disebut Ujian Penyelenggaraan Haji Sesungguhnya

Akmal Fauzi • 21 May 2026 19:48

Jakarta: Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Marwan Dasopang menilai penyelenggaraan ibadah haji 2026 sejauh ini berjalan sesuai rencana. Pergerakan jemaah dari Indonesia menuju Madinah dan Mekah relatif lancar. Selain itu, persoalan besar terkait hotel, konsumsi, maupun pengelompokan jemaah belum banyak ditemukan.

Meski demikian, Dasopang menegaskan bahwa perjalanan jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) merupakan titik paling rawan dalam seluruh rangkaian penyelenggaraan haji. “Sesungguhnya perjalanan ibadah haji itu puncaknya Armuzna. Di situ lah haji,” kata Marwan di Mekah, Kamis, 21 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan awal dari Timwas DPR gelombang pertama yang telah berada di Arab Saudi, pelayanan jemaah secara umum masih berada di jalur yang benar (on the track) dan sesuai dengan perencanaan pemerintah. Namun, sejumlah catatan tetap diberikan.
 


“Ada beberapa layanan yang dianggap mungkin menyimpang, misalnya pemakaian tarif kursi roda bagi jemaah yang membutuhkan tapi secara umum pelayanan masih sesuai perencanaan,” ujarnya.

Marwan menjelaskan, pengalaman musim haji sebelumnya menunjukkan berbagai persoalan besar justru sering muncul ketika puncak Armuzna dimulai. Masalah transportasi, keterlambatan bus, kepadatan pergerakan jemaah, hingga jemaah yang kelelahan menjadi tantangan berulang yang harus diantisipasi sejak dini.

Atas dasar itu, Timwas Haji DPR meminta Kementerian Haji dan Umrah RI bersama otoritas Arab Saudi menyiapkan langkah-langkah mitigasi puncak haji. DPR menilai skenario alternatif harus disiapkan apabila distribusi armada transportasi mengalami kendala di lapangan.


Pelaksanaan haji. Foto: Metro TV/Bahol

Perhatian khusus pun diberikan terhadap kondisi jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah berisiko tinggi (risti) yang rentan mengalami kelelahan saat menjalani rangkaian ibadah di Mina dan Jamarat. Menurut Marwan, fase paling berat biasanya terjadi ketika jemaah harus berjalan kaki dari tenda Mina menuju lokasi lontar jumrah lalu kembali lagi di tengah cuaca panas dan kepadatan manusia.

Dalam evaluasi Timwas DPR, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci. Kemampuan pemerintah menjamin keselamatan dan kesehatan jemaah saat menjalani puncak ibadah jauh lebih krusial. Fase Armuzna dinilai menjadi ujian utama koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi dalam mengelola jutaan jemaah secara bersamaan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)