Jakarta: Kepastian nasib penumpang KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Madura masih menjadi penantian keluarga. Di Posko Informasi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, salah satu keluarga korban mengaku tidak menemukan nama maupun data kendaraan anggota keluarganya di daftar manifest, sehingga menambah kecemasan di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung.
Fauzi, kakak dari Rismanto atau yang akrab disapa Rinto, mendatangi posko informasi untuk mencari kepastian terkait keberadaan sang adik yang diduga menjadi penumpang kapal nahas tersebut.
Namun, setelah dilakukan penelusuran menggunakan data KTP, petugas menyatakan nama Rismanto tidak tercantum dalam manifest penumpang. Sementara itu, data truk yang digunakan korban untuk mengangkut barang ekspedisi menuju Makassar juga masih dalam proses pencarian.
"Saya sodorkan data lewat KTP, enggak ada. Saya sodorkan data lewat nomor polisi kendaraan, juga enggak ada. Di data manifest tidak terdaftar katanya," ujar Fauzi.
Menurut Fauzi, sebelum berangkat sang adik sempat berpamitan kepada istrinya usai salat Isya. Bahkan, Rismanto juga sempat mengunggah status yang menunjukkan dirinya telah bersiap melakukan pelayaran.
Meski demikian, hingga kini keluarga belum memperoleh kepastian apakah korban benar-benar terdaftar sebagai penumpang maupun apakah kendaraan yang dibawanya masuk dalam daftar manifest kapal.
Fauzi berharap pihak operator kapal, agen pelayaran, maupun pengelola pelabuhan segera memberikan kejelasan terkait data penumpang dan kendaraan yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.
Ia juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan penumpang dan kendaraan dalam layanan penyeberangan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan ketidakpastian bagi keluarga korban.
"Harapan saya, ini peristiwa yang sekian kalinya terjadi di republik ini. Harus ada evaluasi total terhadap sistem pelayaran kita supaya tidak ada lagi peristiwa seperti ini," katanya.
Selain itu, Fauzi mengaku keluarga masih menunggu kepastian apakah sang adik telah berhasil dievakuasi atau masih berada di dalam kapal. Menurutnya, kejelasan data menjadi hal paling mendesak agar keluarga tidak terus diliputi kecemasan.
"Yang kami butuhkan sekarang adalah kepastian data dulu. Kalau tidak ada data yang jelas dan autentik, kami juga tidak bisa memastikan apa pun," tuturnya.
Hingga Minggu malam, keluarga masih menunggu konfirmasi resmi dari agen pelayaran maupun operator kapal mengenai identitas penumpang dan kendaraan yang berada di KMP Mutiara Santosa 2 saat kebakaran terjadi.