29 March 2026 23:04
Krisis kemanusiaan di perbatasan Lebanon Selatan mencapai titik nadir setelah serangan udara Israel menghantam sebuah mobil pers pada Sabtu, 28 Maret 2026 waktu setempat. Serangan yang terjadi di kawasan Jalan Jezzine tersebut menewaskan tiga jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya di garis depan.
Adapun ketiga jurnalis yang gugur dalam insiden tersebut adalah Fatima Ftouni (Reporter Al Mayadeen), Mohammed Ftouni (Fotografer Al Mayadeen, saudara kandung Fatima) dan Ali Shuaib (Koresponden senior Al-Manar).
Melansir laporan Al Jazeera, empat rudal presisi menghantam kendaraan yang membawa para awak media tersebut. Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik regional yang kian memanas. Selain jatuhnya korban jiwa dari kalangan pers, serangan di hari yang sama juga dilaporkan menyasar fasilitas kesehatan dan ambulans yang menewaskan sejumlah paramedis.
Pihak militer Israel secara terbuka mengakui telah melakukan serangan tersebut. Namun, mereka mencoba membingkai para korban bukan sebagai warga sipil murni. Israel menuduh Ali Shuaib bukan sekadar jurnalis, melainkan bagian dari unit intelijen yang mengumpulkan informasi mengenai posisi pasukan Israel di Lebanon Selatan.