20 August 2026 18:42
Gereja Santa Maria Immaculata Ndona, di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi salah satu bangunan yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu. Dari tiga gedung utama di kompleks tersebut, dua di antaranya kini tidak lagi layak digunakan untuk aktivitas umat.
Kerusakan signifikan terlihat pada gedung gereja utama dan gedung pastoran. Di dalam gereja, atap bangunan tampak runtuh dan materialnya berserakan di lantai.
Area altar, lukisan dinding, hingga meja ibadah mengalami keretakan hebat dan nyaris roboh. Di area luar, fasilitas Gua Maria dilaporkan hancur total hingga tidak berbentuk lagi.
Pastor Paroki, Romo Ambros, menceritakan bahwa gempa terjadi saat dirinya tengah bersiap memimpin misa pagi. Meski sempat terjebak di dalam kamar, ia berhasil menyelamatkan diri.
“Saya tidak panik, walaupun rasa takut tapi saya memilih diam saja, lalu saya sandar pada meja kerja saya dengan doa harapan supaya semoga saya diberi kesempatan untuk bisa keluar dari rumah itu. Dan ternyata pada saat jeda sedikit, saya langsung bergabung dengan umat yang sudah menunggu di luar. Mereka yang sudah teriak nama saya supaya segera keluar dari ruangan. Dan puji Tuhan, saya keluar dalam keadaan aman dan bergabung dengan mereka" ungkapnya dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis, 20 Agustus 2026.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebab, seluruh jemaat yang hendak beribadah berhasil mengevakuasi diri ke tempat terbuka.
Saat ini, pihak gereja terpaksa menghentikan seluruh aktivitas di dalam gedung utama sesuai arahan keuskupan guna menghindari risiko gempa susulan.
Sebagai solusi jangka pendek, pengurus gereja memanfaatkan area garasi sebagai kantor parokial dan dapur darurat. Sementara itu, kegiatan ibadah umat untuk sementara waktu dilangsungkan di bawah tenda darurat yang didirikan di depan aula.
Romo Ambros berharap adanya bantuan segera untuk pemulihan sarana prasarana gereja agar aktivitas pelayanan umat dan administrasi paroki dapat kembali berjalan normal.