Otoritas rezim Zionis Israel mengonfirmasi jatuhnya pecahan rudal Iran di sejumlah titik lokasi, termasuk Bnei Brak, Tel Aviv, dan Petah Tikva. Sedikitnya 10 lokasi dilaporkan terdampak dengan kerusakan pada bangunan dan kebakaran kendaraan.
Dikutip dari program Metro Pagi Metro TV, Kamis, 2 April 2026, sistem pertahanan Iron Dome yang menjadi andalan rezim Zionis Israel kembali gagal total menahan serangan rudal Iran. Perlawanan Iran yang terus menerus tanpa jeda satu pun membuat sistem pertahanan Israel semakin lemah.
Rudal-rudal Iran pun dengan mudahnya jatuh menghantam beberapa titik di jantung wilayah pendudukan Israel.
Sementara itu, tim pemadam kebakaran Israel terlihat sibuk memadamkan api pada sejumlah kendaraan dan bangunan di wilayah pendudukan Israel bagian tengah. Wilayah Petah Tikva termasuk ke dalam target serangan balasan Iran dan poros perlawanan terhadap target-target militer Israel.
Sebelumnya, operasi gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran meluncurkan serangan balasan yang ke-88 dalam Operasi Janji Sejati 4 dengan sandi 'Ya Fatimah Al-Zahra', yang didedikasikan untuk para syuhada perlawanan Hizbullah
Lebanon.
Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal Emad, Khorramshahr 4, dan Ghadr yang menargetkan titik-titik di jantung wilayah pendudukan Zionis. Termasuk tempat pertemuan para komandan garis depan Zionis di Bnei Brak, Tel Aviv, Beer al-Sabi yang diduduki, Al-Jalil, Naqab, Pangkalan Udara Tel Nof, Arad, dan Selatan Laut Mati.
Operasi balasan ini juga menargetkan tempat persembunyian pasukan
Amerika Serikat dan pusat kendali drone mereka di pangkalan Al Dhafra, Victoria, dan Ali Al-Salem dengan drone serang dan rudal berpemandu presisi.
Tak hanya itu, perlawanan Lebanon, Irak, dan Yaman dengan lebih dari 120 operasi berhasil menghantam bagian Utara dan Selatan wilayah Palestina yang diduduki Zionis dan markas besar penempatan dan persembunyian komandan Amerika di Irak Tengah dan Utara.
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)