Perang nyaris selalu melahirkan berbagai kekejaman yang tidak terperi. Perang kemerdekaan yang pecah di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 1945 hingga 1949 misalnya diwarnai banyak drama dan tragedi kemanusiaan. Salah satu tragedi itu terjadi dalam serangan tentara Belanda di kawasan desa Prambonwetan, kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur pada 24 Juli 1949.
Dalam serangan ini sedikitnya 60 warga desa tewas dibunuh tentara Belanda. Peristiwa berdarah di Desa Prambon Wetan, Rengel, Tuban, Jawa Timur, terjadi hanya sehari setelah pecah insiden penyergapan yang menewaskan 4 tentara Belanda di batas desa tersebut. Serangan terhadap patroli tentara Belanda ini dilancarkan para pejuang Indonesia 4 pekan setelah gugurnya kepala desa Prambon Wetan, Suratni.
Sucipto salah seorang pejuang remaja yang menyaksikan aksi heroik surat ini menuturkan bahwa kepala Desa Prambon Wetan itu tewas saat hendak menyerang tentara Belanda yang tengah berpatroli di desa ini.