11 March 2026 22:53
Di tengah keterbatasan sumber daya dan kerusakan masif pasca-konflik, lebih dari 2 juta penduduk di Jalur Gaza terpaksa hidup berdampingan dengan tumpukan sampah yang bercampur dengan tanah serta puing-puing bangunan.
Kondisi memprihatinkan ini merata di berbagai wilayah Gaza, terutama di area-area yang sebelumnya merupakan pusat keramaian dan pemukiman padat penduduk. Jalanan dan pasar yang dulunya hidup kini telah berubah menjadi tempat pembuangan sampah raksasa akibat banyaknya bangunan yang hancur.
Tumpukan sampah yang menggunung terlihat jelas di dekat bangunan-bangunan yang hancur di sebagian Kota Gaza dan area sekitar koridor Netzarim. Meskipun konflik sempat mereda pada Oktober lalu, sebagian besar wilayah masih dalam kondisi rusak berat tanpa adanya kejelasan jadwal rekonstruksi.
Warga Gaza kini berada dalam posisi sulit karena harus menjaga kesehatan mereka di tengah lingkungan yang tidak higienis. Sampah yang menyatu dengan puing-puing bangunan menciptakan risiko penularan penyakit yang tinggi bagi jutaan orang yang masih bertahan di sana.
| Baca juga: Serangan Israel Hantam Tenda Pengungsian di Gaza, Tiga Warga Palestina Tewas |