Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman, Masyarakat Tak Perlu Panic Buying

10 March 2026 22:31

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini berada di level 21 hingga 23 hari operasional. Stok tersebut merupakan angka operasional yang terus diperbarui secara berkelanjutan melalui produksi domestik maupun pasokan impor dari berbagai negara.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan cadangan 23 hari tersebut bukan berarti sisa stok BBM nasional akan habis total setelah masa waktu itu berakhir. Mekanisme pengisian stok terus berjalan setiap hari untuk menjaga ketahanan energi nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian global.

"Jadi jangan beranggapan bahwa 21 hari kemudian dari tanggal 9 terus tanggal 30 Maret habis, enggak begitu perhitungannya karena 21 hari ini standar minimum dan setiap harinya terus bertambah," jelas Dwi Anggia.

Stok BBM Indonesia saat ini dipastikan berada di atas standar nasional sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebih atau panic buying. Selain itu, pemerintah menjamin bahwa harga BBM tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga masa Lebaran 2026 mendatang.
 

Baca juga:
Pasokan BBM di Kota Bandung Aman

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi untuk mengubah postur APBN 2026 sebagai dampak lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak mentah ini dipicu oleh eskalasi agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah kedaulatan Iran.

Opsi perubahan postur anggaran akan dievaluasi secara menyeluruh setelah melihat pergerakan harga minyak dalam kurun waktu satu bulan ke depan. Pemerintah bertekad agar langkah koreksi fiskal ini nantinya tetap mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini masih ekspansi.

"Kita akan ases terus dari waktu ke waktu, yang jelas kita monitor dan saya enggak akan terlambat mengambil keputusan," tegas Purbaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)