Imbas Konflik AS-Iran, Penjualan Hermès di Timur Tengah Turun 5,9%

22 April 2026 17:24

Penjualan Hermès International mencatat pertumbuhan yang mengecewakan pada kuartal pertama tahun ini. Pembuat tas Birkin tersebut terdampak signifikan oleh gangguan konflik di Timur Tengah yang juga dirasakan oleh sejumlah perusahaan raksasa di industri barang mewah lainnya.

Dalam pernyataan resminya pada hari Rabu, 22 April 2026, Hermès melaporkan kenaikan penjualan sebesar 5,6 persen pada nilai tukar konstan.  Angka ini berada di bawah ekspektasi analis yang memprediksi kenaikan sebesar 7,44 persen.

Penurunan tertajam terjadi di kawasan Timur Tengah, yakni sebesar 5,9 persen. Begitu juga pasar Prancis yang turun 2,8 persen akibat merosotnya belanja turis. 



Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Rabu 22 April 2026, Chief Financial Officer Eric du Halgouet menyatakan toko Hermès di Italia, Swiss, dan Inggris turut terdampak oleh berkurangnya pembeli dari Timur Tengah. 

Selain itu kawasan Asia Pasifik di luar Jepang hanya mencatat kenaikan 2,2 persen, atau kurang dari setengah dari proyeksi analis sebesar 5,84 persen. 

Dan saat ini saham Hermès di bursa Paris telah turun sekitar 16 persen sepanjang tahun ini. Kondisi ini masih lebih baik dibandingkan penurunan saham LVMH yang mencapai 25 persen.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)