Waspada Trauma Pascabencana, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental-Tips Kesehatan

26 August 2026 13:32

Jakarta: Bencana alam tidak hanya menghancurkan fasilitas fisik dan lingkungan sekitar. Di balik kerusakan material, ada luka yang tidak selalu terlihat, yaitu dampak terhadap kesehatan mental para penyintas yang dapat bertahan bahkan setelah kondisi mulai kembali pulih.

Mengutip World Health Organization (WHO), hampir semua orang yang terdampak keadaan darurat mengalami tekanan psikologis. Kondisi tersebut umumnya membaik seiring waktu, tetapi sebagian penyintas dapat mengalami masalah kesehatan mental yang lebih serius.

Berbagai perubahan yang terjadi setelah bencana, mulai dari kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, anggota keluarga, hingga perubahan hubungan sosial dan kondisi ekonomi, dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan pascabencana.
 

 

Dampak psikologis Pascabencana

Dampak psikologis ini dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa dengan rentang waktu yang berbeda.

1. Dampak Emosional Jangka Pendek

Pada tahap awal setelah bencana, penyintas dapat mengalami berbagai reaksi emosional, seperti:
  • Rasa takut dan cemas;
  • Kesedihan mendalam;
  • Perasaan bersalah;
  • Perasaan hampa;
  • Sulit tidur;
  • Mudah marah atau tersinggung.
Menurut WHO, kecemasan, kesedihan, rasa putus asa, gangguan tidur, kelelahan, mudah tersinggung, dan kemarahan termasuk reaksi psikologis yang umum dialami setelah keadaan darurat. Kondisi tersebut pada banyak orang dapat membaik seiring berjalannya waktu.

2. Dampak Psikologis Jangka Panjang

Bagi sebagian penyintas, trauma emosional dapat bertahan lebih lama dan mengganggu kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Menurut American Psychological Association (APA), sebagian penyintas yang masih mengalami tekanan berat beberapa minggu setelah bencana mungkin membutuhkan dukungan lebih lanjut. Jika seseorang masih mengalami kesulitan selama berbulan-bulan, dukungan psikologis yang lebih intensif dan khusus dapat diperlukan. Kondisi yang dapat muncul antara lain kecemasan, depresi, hingga gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD).

Pemulihan Membutuhkan Dukungan

Memulihkan luka fisik memang membutuhkan waktu, tetapi menyembuhkan trauma emosional juga memerlukan proses dan kepedulian bersama.

APA menjelaskan bahwa psychological first aid (PFA) dapat menjadi salah satu bentuk dukungan awal bagi penyintas bencana. Pendekatan ini bertujuan membantu menciptakan rasa aman, menstabilkan kondisi penyintas, serta menghubungkan mereka dengan bantuan dan sumber daya yang dibutuhkan.

Meminta bantuan tenaga profesional juga bukanlah tanda kelemahan. Jika tekanan psikologis terus berlangsung atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan dari tenaga kesehatan mental dapat menjadi salah satu langkah untuk memulai proses pemulihan.

Nah, bencana mungkin telah berlalu, tetapi proses pemulihan bagi para penyintas belum tentu selesai. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental perlu menjadi bagian dari pemulihan pascabencana, sama pentingnya dengan memulihkan kondisi fisik dan lingkungan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X