Warga Semarang Hidupkan Kembali Permainan Tradisional di Perayaan HUT ke-81 RI

Metro TV • 16 August 2026 18:24

Semarang: Suasana perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia terasa meriah di lingkungan warga Pakintelan RT 05/RW 05, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Mengusung tema “Semarak Kemerdekaan”, warga menggelar beragam lomba yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak anak-anak kembali mengenal permainan tradisional.

Sejumlah permainan yang mulai jarang dimainkan anak-anak di era digital, seperti bakiak, egrang, dan engklek, kembali dihadirkan dalam rangkaian perlombaan. Kegiatan tersebut digelar di area jalanan kampung sehingga anak-anak dapat bermain bersama sekaligus berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Selain lomba populer seperti estafet air, panitia sengaja memasukkan sejumlah permainan tradisional dalam agenda perayaan kemerdekaan tahun ini. Bakiak, egrang, hingga engklek menjadi beberapa permainan yang dimainkan anak-anak. Panitia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif aktivitas bagi anak-anak di tengah semakin tingginya penggunaan gadget.

Ketua Panitia, Sulistiyawan, mengatakan permainan tradisional sengaja diangkat kembali agar generasi muda tidak melupakan permainan yang pernah populer di masa lalu.
 



"Tahun ini tema kita Semarak Kemerdekaan. Kita mengangkat tradisi permainan tradisional anak-anak. Jadi perlombaan tahun ini selain perlombaan seperti biasa, seperti estafet air atau lempar air, kita juga mengangkat kembali permainan tradisional seperti bakiak, terus egrang," ujar Sulistiyawan.

Ia mengatakan permainan engklek juga dibuat di jalanan kampung agar anak-anak dapat merasakan langsung permainan tradisional yang dahulu dimainkan di lingkungan tempat tinggal.

"Kita buat di jalanan supaya anak-anak kembali melestarikan permainan tradisional seperti dulu," katanya.

Kemegahan perayaan kemerdekaan juga melibatkan warga dari berbagai kelompok usia. Ibu-ibu dan bapak-bapak turut mengikuti sejumlah perlombaan, mulai dari estafet terigu, lomba mengenakan baju, hingga pertandingan pingpong antarwarga. Menariknya, panitia memberikan hadiah kepada seluruh peserta, baik yang menang maupun kalah. Hal tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus menjaga suasana perlombaan tetap meriah dan penuh kebersamaan.

Semangat kemerdekaan juga dipadukan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai puncak acara, warga menggelar parade kostum unik dengan berkeliling kampung. Kostum yang digunakan merupakan hasil kreasi warga dengan memanfaatkan limbah dan sampah plastik daur ulang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemilahan dan pemanfaatan sampah di lingkungan masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, warga berharap perayaan HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat hubungan antartetangga.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X