Membangun Harapan di Lapas Kelas IIA Garut Melalui Pesantren Ramadan

28 February 2026 14:57

Suasana bulan suci Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut, Jawa Barat, terasa berbeda dan penuh kekhusyukan. Ratusan warga binaan memanfaatkan momentum ini untuk memperdalam ilmu agama melalui program Pesantren Ramadan yang diselenggarakan di dalam lingkungan Lapas.

Kegiatan religi ini berpusat di Pondok Pesantren Terpadu Taubatul Mutnibin, sebuah wadah pembinaan keagamaan yang didirikan khusus oleh pihak Lapas sebagai bagian dari pola pembinaan kepribadian bagi para narapidana. Selama bulan puasa, para warga binaan mengikuti serangkaian agenda untuk memperbaiki kualitas spiritual mereka.

Dalam program Pesantren Ramadan ini, warga binaan tidak hanya sekadar menjalankan ibadah wajib, tetapi juga dibekali dengan berbagai aktivitas meliputi zikir, belajar membaca Al-Qur'an dengan teknik tahsin dan tajwid, hingga pendalaman kitab kuning. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilakukan dengan bimbingan langsung dari para pengajar atau pembimbing agama yang kompeten.
 

Baca juga: Lentera Kalbu - Mending 'Scroll' Mushaf daripada 'Scroll' Medsos

Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kontemplasi bagi warga binaan untuk merenungi masa lalu dan menumbuhkan harapan baru. Dengan mendekatkan diri pada nilai-nilai agama, mereka didorong untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih positif.

"Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan warga binaan dalam membaca tulis Al-Qur'an. Kemudian untuk output secara keseluruhan agar narapidana dapat kembali pulih unsur hidup, kehidupan dan penghidupan," ujar Kasubsi Bimkemaswat Lapas Kelas IIA Garut, Rizki Hidayatullah.

Melalui Pesantren Ramadan, jeruji besi bukan lagi sekadar pembatas fisik, melainkan menjadi gerbang perubahan menuju pribadi yang lebih religius dan berakhlak mulia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)