29 July 2026 21:23
Cuaca ekstrem yang menerjang perairan Sulawesi Selatan melumpuhkan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba. Gelombang tinggi disertai dengan angin kencang memaksa otoritas pelabuhan untuk memberlakukan sistem buka tutup demi menghindari risiko kecelakaan di laut.
Satu kapal feri yang tengah berlayar dari Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar menuju Pelabuhan Bira terpaksa membatalkan pelayaran dan berputar balik ke Selayar setelah dihantam badai di tengah laut.
Keputusan itu diambil demi keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal. Berdasarkan peringatan BMKG Wilayah IV Makassar, gelombang di perairan Bulukumba-Selayar hingga Laut Flores diperkirakan mencapai 3 meter dengan kecepatan angin hingga 20 knot.
“Ketinggian gelombang saat ini sampai beberapa hari ke depannya itu satu sampai dua meter ketinggian. Begitu juga dengan kecepatan angin, itu di atas 17 knot. Untuk kapal-kapal penyeberangan, gelombang satu sampai dua meter itu belum aman untuk melakukan pelayaran,” ujar Syahbandar Pelabuhan Bulukumba, Sjech Idrus dalam tayangan Primetime News Metro TV, Rabu, 29 Juli 2026.
Kondisi cuaca berbahaya ini diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat diminta untuk menunda pelayaran yang tidak mendesak.