Cerita Penderita ISPA di Palangka Raya Bertahan dari Kepungan Asap Karhutla

17 October 2026 18:03

Bagi sebagian besar orang, rumah merupakan tempat teraman untuk memulihkan diri dari sakit. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Fajar, warga Jalan Obos 20, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang harus berjuang melawan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ketenangan warga di kawasan Jalan Obos 20 terusik pada Sabtu, 16 Oktober 2026 siang setelah lahan gambut yang terletak tepat di belakang permukiman warga terbakar. Kobaran api yang menjalar hanya berjarak beberapa meter dari bangunan rumah membuat asap pekat dengan cepat mengepung lingkungan tempat tinggal mereka.

Bagi Fajar yang tengah menderita ISPA, kondisi ini tidak hanya memperburuk kesehatan fisiknya, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran untuk melindungi keluarganya di rumah. Ia mengaku mengalami sesak napas berat akibat kabut asap hingga harus menjalani pengobatan ke dokter.

"Pastinya sesak ya, berapa hari sampai membutuhkan beberapa obat juga. Ada juga ke dokter THT, jadi ya masih harus berobatlah kalau kena ISPA terus," ujar Fajar dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 16 Oktober 2026.
 


Fajar menambahkan, api kembali membakar lahan kosong di belakang rumahnya setelah sempat tertahan penahan api selama kurang lebih tiga minggu. Ia menilai kebakaran akan terus mengintai selama wilayah tersebut belum diguyur hujan.

"Barusan (terbakar lagi), karena kemarin kan sempat dikasih penghalang, hampir tiga minggu bertahan ternyata lewat juga. Pokoknya ternyata selama belum ada hujan, lahan-lahan yang kosong pasti akan terbakar," ungkapnya.

Saat ini, petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat masih terus berjibaku mengendalikan kobaran api di lokasi. Warga sangat berharap api dapat segera dipadamkan dan kabut asap menghilang agar mereka bisa kembali menghirup udara bersih.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X