6 October 2026 08:49
Komisioner Komite Kepolisian Nasional (Kompolnas) Chairul Anam menilai rotasi besar-besaran di tubuh Polri harus menjadi momentum untuk menjalankan visi dan misi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Menurut Anam, Kapolri memiliki kewenangan penuh untuk memilih jajaran terbaik dalam mengisi posisi strategis. Oleh karena itu, para pejabat baru yang ditunjuk diharapkan mampu menerjemahkan visi pimpinan ke dalam kerja nyata.
Ia menjelaskan terdapat dua tantangan utama yang harus segera direspons oleh para pejabat baru.
"Paling penting dalam konteks ini dan menjadi tantangan para pejabat baru. Yang pertama memang salah satu visi misi yang ditonjolkan adalah mendekatkan polisi kepada masyarakat. Yang kedua adalah keluh kesah masyarakat, pengaduan masyarakat, laporan masyarakat harus segera diselesaikan," kata Chairul Anam dalam tayangan Headline News Metro TV, Selasa, 6 Oktober 2026.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Anam mendorong terciptanya budaya kerja baru di lingkungan kepolisian, yaitu dengan menerapkan sikap rendah hati (low profile). Budaya baru ini dinilai krusial, baik bagi Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri maupun pejabat baru di tingkat wilayah.
"Kedekatan dengan masyarakat kalau tidak ada kebudayaan baru, salah satunya adalah low profile, yang enggak memungkinkan ada kedekatan polisi dengan masyarakat, sehingga ini menjadi tantangan yang penting," lanjutnya.
Di samping itu, Kompolnas menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus senantiasa mengedepankan prinsip keterbukaan dan dapat dipertanggungjawabkan dalam menjalankan tugas.
"Pesan kami Kompolnas, salah satu yang paling penting adalah apapun pilihannya, apapun visinya, tetap akuntabilitas dan transparansi menjadi utama di tengah-tengah proses pelayanan, di tengah-tengah proses penegakan hukum, akuntabilitas dan transparansi adalah syarat dari semua itu," tegas Anam.