5 October 2026 00:00
Kualitas udara di Kota Makassar dan wilayah sekitarnya, seperti Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terpantau berada pada kategori sedang hingga kurang sehat. Penurunan kualitas udara ini salah satunya dipicu oleh pergerakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Kalimantan dan Papua yang terbawa angin hingga ke wilayah Sulawesi Selatan.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca panas di wilayah Sulawesi Selatan dengan suhu berkisar antara 30 hingga 35 derajat Celsius masih tergolong normal pada musim kemarau. Namun, perhatian utama tertuju pada peningkatan konsentrasi partikel halus berukuran super kecil, yakni PM2.5.
Kadar konsentrasi PM2.5 terpantau cenderung meningkat pada malam hari, dini hari, hingga pagi menjelang siang, sebelum berangsur menurun saat siang hari. Selain asap karhutla lintas pulau, partikel halus tersebut juga disumbang oleh emisi kendaraan bermotor, pembakaran bahan bakar industri, asap rokok, debu konstruksi, hingga pembakaran sampah lokal.