Galodo Terjang Arosuka Solok, Begini Kondisi dan Dampaknya-Kabar Daerah

Deny Irwanto • 22 September 2026 15:18

Jakarta: Dalam hitungan menit, kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berubah dipenuhi lumpur dan material longsor. Hujan berintensitas tinggi membuat aliran air membawa lumpur, batu, kayu, hingga material longsor menerjang permukiman dan kawasan perkantoran pada Senin malam, 21 September 2026.

Bencana yang dikenal masyarakat setempat sebagai galodo atau banjir bandang tersebut tidak hanya merusak sejumlah fasilitas, tetapi juga menyebabkan warga terluka dan harus mengungsi. Hingga Selasa, 22 September 2026, petugas gabungan masih melakukan penanganan dan pendataan dampak bencana.
 

 

Galodo Terjang Arosuka

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Solok, banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, sekitar pukul 20.00 WIB. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu, 19 September 2026, meningkatkan debit air hingga akhirnya memicu banjir bandang.

Aliran air membawa material berupa lumpur, batu, kayu, dan tanah hingga masuk ke sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas pemerintahan. Kompleks Perkantoran Bupati Solok menjadi salah satu lokasi yang terdampak. Dampaknya, 11 kantor pemerintah tercatat terdampak. Selain itu, sebanyak 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan akibat terjangan material banjir bandang.

Bencana tersebut juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul, tiga korban menjalani perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) di Padang.

Selain korban luka, sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa terpaksa mengungsi. Pemerintah daerah telah menyiapkan dua lokasi untuk menampung warga terdampak. Sementara itu, proses pencarian dan penyisiran masih dilakukan di sejumlah lokasi. Data korban dan kerusakan juga masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.
   

Akses Solok-Padang Sempat Lumpuh

Material banjir bandang juga menutup badan jalan nasional yang menghubungkan Solok dan Padang. Polisi mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri melintasi ruas jalan yang terdampak dan sementara menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, SAR, serta masyarakat dikerahkan untuk melakukan evakuasi, pencarian, dan pembersihan material. Petugas juga masih melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak.

Di tengah proses penanganan, masyarakat di kawasan terdampak diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Warga juga diimbau menjauhi aliran sungai serta lokasi yang masih berpotensi membahayakan.

Nah, Teman MTVN Lens, galodo yang menerjang Arosuka menunjukkan bagaimana hujan berintensitas tinggi dapat memicu banjir bandang dan membawa material dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Karena itu, ketika hujan deras berlangsung cukup lama, kewaspadaan menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar sungai maupun wilayah yang memiliki risiko banjir dan longsor.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X