Banda Aceh: Museum Tsunami Aceh di Kota Banda Aceh dipadati wisatawan selama libur panjang Iduladha 2026. Lonjakan kunjungan terjadi signifikan seiring meningkatnya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan di destinasi wisata edukatif yang menjadi ikon Provinsi Aceh tersebut.
Pengunjung datang dari berbagai daerah di Aceh maupun luar provinsi. Mereka memanfaatkan momen libur bersama keluarga untuk mengunjungi museum yang menyimpan dokumentasi dan sejarah bencana tsunami Aceh 2004, sekaligus mempelajari pentingnya mitigasi bencana.
Suasana museum tampak ramai sejak pagi hari. Sejumlah area pameran dipadati wisatawan yang ingin melihat koleksi foto, dokumentasi, hingga berbagai informasi mengenai peristiwa tsunami yang pernah melanda Aceh lebih dari dua dekade lalu.
Selain menambah
wawasan sejarah dan kebencanaan, banyak pengunjung juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk berfoto dan mengabadikan momen bersama keluarga di bangunan ikonik rancangan arsitek Ridwan Kamil tersebut.
Pihak pengelola menyebutkan jumlah kunjungan selama masa liburan meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Bahkan, lonjakan pengunjung mencapai sekitar 500 persen.
Educator Museum Tsunami Aceh, Muhammad Idal, mengatakan jumlah pengunjung yang biasanya hanya sekitar seribu orang per hari meningkat menjadi lebih dari enam ribu orang selama libur Iduladha.
"Untuk momen libur Iduladha, pengunjung bertambah sangat banyak dari hari-hari biasanya. Yang biasanya pengunjung hanya sekitar seribuan, pada tanggal 30 dan 31 kemarin jumlahnya meningkat menjadi lebih dari enam ribu orang," ujar Muhammad Idal.
Menurutnya, tingginya angka kunjungan menunjukkan Museum Tsunami Aceh tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit saat musim liburan, tetapi juga sarana edukasi yang penting bagi masyarakat untuk memahami sejarah serta meningkatkan kesadaran terhadap mitigasi bencana.