Puncak Waisak 2570 BE di Borobudur: Pesan Dharma dan Perdamaian Dunia

31 May 2026 19:02

Ribuan umat Buddha memadati Candi Borobudur, Jawa Tengah, untuk merayakan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026. Puncak peringatan yang jatuh pada pukul 15.44.44 WIB ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol kebangkitan spiritual dan pencerahan Sang Buddha.

Perayaan tahun ini mengusung tema "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebajikan" dengan sub-tema "Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia".

Ketua Umum Walubi, Hartati Murdaya, menegaskan bahwa tema ini relevan dengan situasi dunia yang dilanda konflik. Melalui ajaran Dharma, umat diajak membebaskan diri dari hawa nafsu duniawi, kemarahan, dan kebencian.

"Untuk apa mempertahankan sesuatu yang tidak kekal? Pada akhirnya juga tidak dibawa pergi," pesan Hartati dikutip dari Live Event Metro TV, Minggu 31 Mei 2026.

Makna Pakaian Putih dan Pancasila Buddhis

Sekjen Walubi, Bhante Kamsai Sumano Mahathera, menjelaskan bahwa pakaian serba putih yang dikenakan umat menyimbolkan kesucian mutlak dan bebasnya batin dari kotoran baik itu pikiran, ucapan, hingga perbuatan negatif.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, Bhante Kamsai mengajak umat Buddha untuk menciptakan kedamaian mulai dari diri sendiri dengan mempraktikkan Lima Pancasila Buddhis:
  • Tidak membunuh atau menyakiti makhluk hidup.
  • Tidak mencuri.
  • Tidak berbuat asusila.
  • Tidak berbohong.
  • Tidak mengonsumsi minuman keras/memabukkan.
"Ini adalah hari kesadaran buat umat Buddha. Dengan bertekad memegang kelima hal tersebut, berarti hari ini tidak ada yang mengganggu jiwa siapa pun. Kita mulai melangkah menuju karma baik," ucap Bhante Kamsai.

(Sofia Zakiah)