10 July 2026 19:05
Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menyelenggarakan Perkemahan Karya Pemuda Gereja yang diikuti 30 ribu pemuda. Acara ini berlangsung pada 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Kawasan Bumi Perkemahan Senayan berubah menjadi lautan tenda yang dibangun oleh peserta dari berbagai wilayah pelayanan GMIM.
Suasana kebersamaan terlihat dalam setiap rangkaian kegiatan. Mulai dari pembinaan kerohanian, seminar literasi digital, pentas seni, hingga lomba dekorasi tenda dan pondok kreatif.
Dikutip dalam program Metro Hari Ini, Jumat, 10 Juli 2026, Ketua Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM, Rio Dondokambey, menceritakan di balik berbagai rangkaian kegiatan tersebut, PKPG dirancang menjadi ruang belajar bagi pemuda GMIM untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Nilai kepemimpinan, integritas, persaudaraan, dan toleransi tetap menjadi landasan, namun materi pembinaan kini juga menyentuh berbagai persoalan yang akrab dengan kehidupan generasi Z.
“Jadi setiap tahunnya kita melaksanakan kegiatan perkemahan ini dengan harapan kita bisa mengumpulkan sebanyak mungkin anggota pemuda gereja kita untuk nantinya kita berikan materi yang sesuai dengan situasi kondisi pada saat itu, yang tentunya tidak akan jauh dari kepemimpinan dan juga tentang integritas, tentang juga persaudaraan dan juga toleransi. Tapi akhir-akhir ini juga kami banyak berbicara soal mental health dan juga isu-isu yang berkaitan dengan gen Z pada umumnya,” ucap Rio.
Baca Juga :
Semangat kebersamaan itu juga tercermin dalam berbagai ajang kreativitas. Sebanyak 17 jemaat mengikuti lomba dekorasi tenda kategori seri A, dan 43 jemaat di kategori seri B, dengan menampilkan beragam konsep yang mengangkat nilai kekompakan, budaya lokal, dan inovasi.
Perkemahan Karya Pemuda Sinode GMIM tahun 2026 ditutup melalui ibadah yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Bidang Pembinaan dan Pengembalaan, Pendeta Janny Rende. Dalam khotbahnya, Pendeta Janny Rende menegaskan bahwa perkemahan merupakan tempat pengutusan bagi pemuda untuk menjadi obor pembangunan melalui pelayanan dan karya nyata di tengah gereja maupun masyarakat.
Rio juga berpesan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, melainkan juga ruang untuk membangun cara berpikir yang lebih kritis, memperkuat karakter, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
"Ya tentunya harapan kami, khususnya untuk pemuda GMIM sebagai organisasi sampai dengan lima sampai 10 tahun depan, harapan kita tentu tetap eksis secara kegiatan, secara maksud dan tujuan juga tetap sesuai dengan apa yang sudah dibuat memang maksud tujuan organisasi ini. Tapi yang menjadi harapan utama kita adalah pemuda GMIM jangan berhenti menciptakan sebanyak mungkin kader-kader untuk ditempatkan di mana pun lingkungan kita semua berada. Tentu dengan pegangan integritas dan juga toleransi yang selama ini kami sudah jalankan,” kata Rio.
Rangkaian PKPG Sinode GMIM 2026 ditutup dengan pemukulan tetengkoren dan didukung pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara serta Pemprov Sulawesi Utara. Dengan berakhirnya perkemahan, puluhan ribu pemuda GMIM kini mendapatkan amanah untuk kembali melayani dan berkarya di tengah gereja maupun masyarakat.