Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan dan kembali ke karakter normalnya pada Selasa, 8 September 2026. Berdasarkan data terbaru, sebaran abu vulkanik kini terpantau bergerak menjauh dari daratan Pulau Jawa dan Sumatra menuju Samudra Hindia.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan perubahan arah sebaran abu. Jika pada hari Minggu dan Senin abu bergerak ke arah barat laut dan timur laut, pada Selasa pagi abu vulkanik dominan bergerak ke arah selatan dan barat daya.
Ketinggian kolom abu mencapai 7.000 kaki atau sekitar 2,1 kilometer di atas permukaan laut. Berdasarkan prediksi cuaca 24 hingga 48 jam ke depan, pergerakan angin pada lapisan rendah hingga menengah akan terus membawa abu vulkanik menjauh dari permukiman warga di Pulau Jawa dan mengarah ke perairan terbuka. Kondisi ini memungkinkan sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak untuk kembali beroperasi secara normal.
Catatan Erupsi Hari Ini
Meski aktivitas erupsi terus-menerus telah berakhir, Gunung Anak Krakatau tercatat masih mengalami empat kali erupsi pada Selasa (8/9) dengan durasi yang relatif pendek:
- Pukul 05.08 WIB: Durasi 17 detik (Amplitudo 44 mm).
- Pukul 05.34 WIB: Durasi 10 detik.
- Pukul 07.49 WIB: Durasi 19 detik.
- Pukul 11.34 WIB: Durasi 17 detik.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa karakter ini jauh lebih stabil dibandingkan erupsi masif yang terjadi pada 4-6 September lalu, yang berlangsung selama 25 jam dan menyebabkan hujan abu hingga wilayah Jabodetabek.
Status Siaga (Level III) dan Imbauan Warga
Hingga saat ini, Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan pada Status Level III (Siaga). Jurnalis Metro TV, Randi Al Faras, melaporkan dari pos pantau Desa Pasauran bahwa meskipun aktivitas warga dan nelayan di pesisir Serang hingga Pandeglang mulai kembali normal, kewaspadaan tetap menjadi prioritas.
Pihak berwenang mengeluarkan dua imbauan utama bagi masyarakat, wisatawan, dan nelayan:
- Radius Aman: Dilarang mendekati area kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius maksimal 3 kilometer.
- Protokol Kesehatan: Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Meski sebaran abu tidak sepekat beberapa hari lalu, partikel vulkanik masih terasa di udara dan berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Hingga berita ini diturunkan,
cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau terpantau berawan dengan tiupan angin lemah. Pemerintah daerah dan tim SAR terus memantau perkembangan situasi guna mengantisipasi perubahan arah angin mendadak.