Jenama Tulisan resmi meluncurkan Proyek 1830, sebuah inisiatif karya yang menggabungkan penerbitan buku dwibahasa, koleksi artefak sandang, serta pameran seni. Proyek ini secara khusus mengangkat tema Perang Jawa serta napak tilas kehidupan Pangeran Diponegoro.
Karya bersejarah ini merupakan hasil kolaborasi antara Founder sekaligus Creative Director Tulisan, Melissa Sunjaya, bersama Peter Carey, sejarawan asal Britania Raya yang dikenal luas sebagai biografer Pangeran Diponegoro.
Proyek 1830 berupaya membuka kembali babak krusial dalam sejarah Indonesia, yakni masa Perang Jawa yang berlangsung pada rentang waktu 1825 hingga 1830.
Melalui penyatuan medium buku, desain sandang, dan ruang pameran, Proyek 1830 berupaya membingkai ulang sejarah Jawa dengan menggunakan lensa pascakolonial.
"Tujuan aku di sini adalah untuk menceritakan siapa kita kepada dunia. Oleh karena itu platform penceritaan yang aku pilih adalah platform yang familiar untuk mereka, yaitu platform litografi ini," jelas Founder and Creative Director Tulisan, Melissa Sunjaya dikutip dari
Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu 5 Agustus 2026.
Tahun 1830 secara khusus dipilih sebagai tajuk karena menjadi titik balik sejarah Nusantara. Tahun tersebut menandai peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro yang sekaligus menjadi awal mula kontrol kolonial penuh di Tanah Jawa.
Secara filosofis, inisiatif ini bertujuan untuk mendorong proses dekolonisasi mental masyarakat. Proyek ini memberikan ruang bagi bangsa Indonesia untuk menceritakan kembali sejarahnya sendiri dari sudut pandang lokal.