.,
12 February 2026 12:36
Iran memperingati ulang tahun ke-47 Revolusi Islam 1979 dengan menggelar acara besar di Lapangan Azadi, Teheran. Puluhan ribu warga hadir dalam peringatan tersebut, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian.
Peringatan tahun ini diselenggarakan di tengah tekanan dari Amerika Serikat (AS), yang mengerahkan kapal induk ke Laut Arab. Meski demikian, pemerintah Iran tetap melanjutkan rangkaian acara peringatan revolusi Islam.
Acara tersebut menampilkan dua sisi kehidupan di Iran. Di satu sisi, ratusan ribu orang di berbagai wilayah mengikuti demonstrasi pro-pemerintah. Mereka terlihat membakar bendera AS dan meneriakkan slogan “Matilah Amerika”.
Namun, suasana berbeda terjadi pada malam sebelumnya. Saat kembang api yang disponsori pemerintah menerangi langit Teheran, terdengar teriakan “matilah diktator” dari sejumlah rumah di ibu kota.
Dalam pidatonya di Lapangan Azadi, Presiden Masoud menegaskan bahwa Iran bersedia bernegosiasi terkait program nuklirnya. Ia juga menyebutkan bahwa perundingan nuklir yang baru dimulai dengan AS masih belum pasti.