Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar perayaan Cap Go Meh pada Selasa, 3 Februari 2026. Acara yang berlangsung di kawasan Pancoran Chinatown, Grogol, Jakarta Barat, ini berlangsung meriah dengan menampilkan harmoni budaya Tionghoa dan Betawi. Harmoni Budaya Tionghoa dan Betawi
Perayaan tahun ini dikemas secara istimewa dengan menghadirkan akulturasi budaya yang harmonis. Rangkaian acara memadukan tradisi Tionghoa dengan budaya lokal Betawi. Hal tersebut terlihat dari penampilan ondel-ondel dan atraksi egrang yang berpadu dengan pertunjukan naga (liong) serta barongsai. Kolaborasi budaya ini menjadi simbol persatuan sekaligus upaya merawat keberagaman masyarakat di Ibu Kota.
Sejumlah tokoh penting turut menghadiri perayaan tersebut. Selain para tokoh adat Tionghoa, acara ini juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta para mantan gubernur Jakarta, yakni Sutiyoso, Fauzi Bowo, dan Anies Baswedan. Hadir pula Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan serta Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Irene Umar.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono Anung menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan komunitas Tionghoa atas kontribusinya terhadap perkembangan Jakarta. Ia juga menilai perayaan Cap Go Meh tahun ini sebagai salah satu yang paling meriah dibandingkan perayaan serupa yang pernah digelar di sejumlah lokasi, seperti Lapangan Banteng, Bundaran HI, hingga kawasan SCBD.
"Kami sudah menyaksikan dan merasakan bahwa kehidupan harmonisasi keberagaman di Jakarta saat ini sungguh sangat baik," ujar Pramono dari atas panggung.
Sebagai penutup sambutan, Pramono memukul tambur besar sembari mengucapkan, “Gong Xi Fa Cai, Xin Nian Kuai Le.” Kemeriahan acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi barongsai yang lincah beraksi di atas tonggak-tonggak besi, memukau ratusan pasang mata yang memadati lokasi perayaan.
(Daffa Yazid)