Perayaan Cap Go Meh di Balai Kota Solo. Metrotvnews.com/Triawati
Perayaan Cap Go Meh di Solo Diharapkan Jadi Momen Perkuat Persatuan dan Kesatuan
Triawati Prihatsari • 4 March 2026 10:28
Solo: Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menggelar Puncak Perayaan Imlek 2577 Kota Solo di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Selasa malam, 3 Maret 2026. Wali Kota Solo Respati Ardi berharap perayaan Cap Go Meh ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan warga Kota Solo.
"Tentunya sebagai kota yang dikenal sebagai pemerintahan budaya dan kreatif, Kota Solo terus berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan antara umat beragama dan antar etnis. Perayaan bagi umat Tionghoa tetapi juga menjadi momen yang menggambarkan keberagaman harmonis,” ujar Respati, di Solo.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) serta tokoh agama dan masyarakat Kota Solo. Acara dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian yang memadukan budaya Tionghoa dan Jawa seperti Barongsai, Sinden dan Gamelan, Pentas duo Wening-Jepank dan Wayang Kulit "Bratasena Meguru".
Respati mengapresiasi penyelenggaraan rangkaian perayaan Imlek di Solo yang terlaksana dengan baik meski beriringan dengan bulan Ramadan. Bahkan, Kota Solo berhasil mendapatkan pengakuan nasional dan diundang dalam perayaan Imlek Nusantara di Jakarta.
“Saya sangat berharap Kota Solo terus menjaga kerukunannya. Dan kebetulan di tahun ini, Imlek bersamaan dengan bulan Ramadan, namun dapat berjalan beriringan sehingga menjadi simbol harmonis Kota Surakarta,” ungkap Respati.

Ilustrasi (pexels)
Ketua Panitia Bersama Imlek 2577 Solo Sumartono Hadinoto menambahkan puncak perayaan Imlek 2577 Solo kali ini dipadukan dengan berbagai budaya, dimulai dengan pertunjukan wayang kulit. Acara dilanjutkan dengan penampilan-penampilan khas Tionghoa. Dalam perayaan tersebut, pihaknya juga meluncurkan lagu terbaru untuk Imlek Kota Solo.
“Kita sangat bersyukur imlek tahun ini bebarengan dengan puasa sehingga banyak terjadi akulturasi sehingga kita berharap Kebhinekaan Kota Solo terus terjaga, terus terwujud dan ke depan semakin toleransi,” kata Sumartono.