M Sholahadhin Azhar • 28 April 2026 11:14
Jakarta: Dalam kajian linguistik, istilah alomorf mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, tanpa disadari, konsep ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam pembentukan kata.
Apa Itu Alomorf?
Secara sederhana,
alomorf adalah variasi bentuk dari satu morfem yang sama. Morfem sendiri merupakan satuan terkecil dalam bahasa yang memiliki makna, termasuk imbuhan seperti awalan (prefix).
Asal-usul Istilah Alomorf
Kata alomorf berasal dari bahasa Yunani, yakni allo yang berarti “lain” atau “berbeda”, dan morphe yang berarti “bentuk”. Jadi, alomorf dapat diartikan sebagai “bentuk lain” dari satu morfem yang sama.
Dalam praktiknya, satu imbuhan bisa memiliki beberapa variasi bentuk, tergantung pada kata dasar yang mengikutinya.
Contoh Alomorf dalam Imbuhan peN-
Salah satu contoh paling umum adalah imbuhan peN-. Imbuhan ini dapat berubah bentuk tergantung huruf awal pada kata dasar. Perubahan ini bertujuan untuk memudahkan pelafalan.
Berikut beberapa variasinya:
- pem- : pembuat
- pen- : pendengar
- peng- : penggaris
- peny- : penyapu
- penge- : pengecat
Meski bentuknya berbeda-beda, semua variasi tersebut berasal dari morfem yang sama, yaitu peN-.
Imbuhan yang Tidak Mengalami Perubahan
Tidak semua imbuhan mengalami perubahan bentuk. Ada juga imbuhan yang tetap konsisten, seperti pe-.
Contohnya:
- perajin : pe + rajin
- pedemo : pe + demo
Dalam kasus ini, imbuhan tidak berubah karena tidak memerlukan penyesuaian bunyi.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)