M Sholahadhin Azhar • 26 April 2026 12:15
Jakarta: Dalam ilmu bahasa atau linguistik, morfem merupakan salah satu konsep dasar yang penting untuk dipahami.
Morfem adalah unit terkecil dalam bahasa yang memiliki makna dan menjadi bahan dasar dalam pembentukan kata, baik berupa kata dasar maupun kata berimbuhan.
Secara etimologis, istilah morfem berasal dari bahasa Yunani, yakni morph yang berarti “bentuk”. Sesuai dengan maknanya, morfem berperan sebagai unsur pembentuk struktur kata dalam bahasa.
Jenis-Jenis Morfem
Dalam penggunaannya, morfem dibagi menjadi beberapa jenis utama, di antaranya:
1. Morfem Bebas
Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai kata utuh tanpa perlu tambahan unsur lain.
Contoh:
Morfem jenis ini umumnya dikenal sebagai kata dasar.
2. Morfem Terikat
Morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada morfem lain untuk memiliki makna yang utuh.
Contoh:
Morfem terikat biasanya disebut sebagai imbuhan (afiks), yang berfungsi untuk membentuk kata baru atau mengubah makna kata dasar.
Peran Morfem dalam Pembentukan Kata
Morfem memiliki peran penting dalam proses pembentukan kata. Dengan menggabungkan morfem bebas dan morfem terikat, terbentuklah berbagai variasi kata dengan makna yang berbeda.
Sebagai contoh:
- baca (morfem bebas)
- membaca (me- + baca)
- bacaan (baca + -an)
Perubahan ini menunjukkan bagaimana
morfem dapat memengaruhi makna dan fungsi kata dalam kalimat.
Sobat MTVN Lens, morfem merupakan elemen dasar dalam bahasa yang membantu kita memahami bagaimana sebuah kata terbentuk. Dengan mengenali jenis dan fungsinya, pemahaman terhadap struktur bahasa Indonesia menjadi lebih jelas dan sistematis.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Muhammad Fauzan)