Intip Keseruan Berburu Takjil di Pasar Benhil dan Kuliner Pallubasa Makassar

23 February 2026 19:25

Menjelang waktu berbuka puasa, aktivitas ngabuburit sambil berburu takjil maupun makanan berat menjadi tradisi yang selalu dinanti umat Muslim di berbagai daerah. Antusiasme warga memadati pusat-pusat kuliner selalu menjadi pemandangan khas selama bulan suci Ramadan.

Gurihnya Pallubasa Serigala Penambah Stamina di Makassar

Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, salah satu menu berbuka puasa yang menjadi primadona adalah Pallubasa. Berlokasi di Jalan Serigala, warung Pallubasa Serigala selalu dipadati pengunjung setiap menjelang waktu magrib.

Meski sekilas mirip dengan Coto Makassar, Pallubasa memiliki karakteristik unik. Kuliner ini berupa sup daging atau jeroan sapi yang disiram dengan kuah kental kaya rempah, lalu ditaburi kelapa sangrai (serundeng) yang membuat aromanya sangat menggugah selera. Berbeda dengan Coto, Pallubasa tidak menggunakan irisan daun bawang maupun bawang goreng.
 

Baca juga:
Cerita Ramadan dari Cardiff: Berburu Welsh Cake hingga Buka Puasa Lintas Budaya

Pelanggan dapat memesan isian sesuai selera, mulai dari daging murni, pipi, paru, kikil, hingga babat. Keunikan lain dari hidangan ini adalah tambahan Alas, yakni kuning telur ayam kampung mentah yang dicampurkan langsung ke dalam kuah panas.

Bagi warga Makassar, menyantap semangkuk Pallubasa hangat yang diracik dengan perasan jeruk nipis dan sambal cair pedas tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga dipercaya ampuh mengembalikan stamina setelah seharian berpuasa.

Keseruan War Takjil di Pasar Benhil Jakarta

Beralih ke ibu kota, kemeriahan ngabuburit terasa kental di Sentra Takjil Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Kawasan ini bagaikan surga kuliner dadakan karena menjajakan ratusan jenis takjil, mulai dari gorengan, kue basah, aneka es segar, hingga makanan berat.

Saking ramainya, para pekerja kantoran dan warga sekitar sudah memadati area ini sejak pukul 15.00 WIB untuk melakukan war takjil alias berlomba membeli jajanan sebelum kehabisan.

Salah satu pedagang pempek, Yoga, mengaku dagangannya sudah hampir ludes terjual pada pukul 17.00 WIB. "Alhamdulillah, sehari bisa habis sekitar 200 bungkus. Omzet di bulan Ramadan ini meningkat lumayan," ungkap Yoga.

Selain pempek, stan makanan lain yang juga tak pernah sepi antrean adalah penjual aneka bubur tradisional, seperti bubur kampiun dan bubur sumsum. Berbagai sajian asinan dan dimsum pun turut menjadi buruan favorit warga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)