Korban Banjir Aceh Menanti Pembangunan Huntara

30 December 2025 14:11

Sudah lebih dari satu bulan, kondisi para pengungsi banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh semakin memprihatinkan. Ratusan warga masih bertahan di tenda-tenda darurat dengan fasilitas sangat terbatas. Hal serupa juga dialami warga Desa Serempah dan Bur Lah di Kabupaten Aceh Tengah, yang berharap pemerintah segera membangun hunian yang layak untuk mereka.

Banjir susulan yang kembali melanda Pidie Jaya memaksa warga mengungsi ke tenda-tenda darurat. Namun, tempat pengungsian yang tersedia jauh dari kata layak. Para pengungsi harus tinggal berdesakan tanpa fasilitas memadai. Keterbatasan paling krusial adalah minimnya fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang tidak sebanding dengan jumlah pengungsi. 

Situasi ini membuat aktivitas warga menjadi terkendala dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. “Di pengungsian mereka padat, lampu tidak ada, fasilitas sanitasi pun sangat kurang. Kalau mereka kita tempatkan di barak-barak huntara atau di tenda-tenda ini lebih nyaman mereka, per keluarga sudah tinggal, mereka bisa masak atau bisa kita siapkan makanan dan bisa tidur bersama keluarga,” ujar Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri.
 

Sementara itu, di Aceh Tengah, warga Desa Serempah dan Bur Lah juga telah satu bulan tinggal di pengungsian setelah banjir bandang menerjang permukiman mereka. Para warga meminta pemerintah segera menghadirkan rumah layak huni dan pasokan air bersih. Mereka berharap kehidupan dapat kembali normal, terutama untuk masa depan anak-anak mereka.

“Tempat kami selayaknya nanti ditempatkan karena kami kan sudah trauma, bahkan sudah dua kali ngungsi di sini. Itu saya mohon sama pemerintahan agar kami bisa punya rumah,” ujar Saodah, warga Serempah.

Permintaan serupa disampaikan Supiani, warga Bur Lah, sambil menangis. “Agar kami bisa punya rumah, agar kami mempunyai air bersih, kami semua sehat. Kepada Bapak pemerintah kami mohon secepatnya kami dibuatin rumah, agar anak kami tidak terlantar sekolahnya.”

Masyarakat berharap pembangunan hunian sementara (huntara) dapat segera direalisasikan agar para korban bencana dapat kembali menata kehidupan mereka.


(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)