3 February 2026 22:01
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, warga Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali menggelar tradisi turun-temurun Kirab Budaya dan Sadranan Sendang Gede Pucung.
Tradisi ini berlangsung meriah dengan partisipasi ratusan warga yang bergotong royong menguras sumber mata air (sendang) dan menangkap ikan lele yang sebelumnya ditebar. Namun, yang paling menarik perhatian adalah ritual memasak massal 150 ekor ayam kampung dengan metode tradisional yang disebut Panggang Emas.
Metode Unik 'Panggang Emas'
Berbeda dengan cara memasak pada umumnya, dalam metode Panggang Emas, bulu ayam tidak dicabut setelah disiram air panas. Ayam-ayam tersebut dibakar langsung di atas bara api hingga bulunya hangus dan rontok. Setelah bersih melalui pembakaran, ayam baru dipotong-potong dan dimasak sesuai selera warga untuk kemudian disantap bersama.
Plt Lurah Pudakpayung, Nuryati Purwaningsih, mengapresiasi kekompakan warganya. Ia menyebut tradisi ini adalah bukti nyata pemberdayaan dan guyub rukun masyarakat.
"Masing-masing RT mengirim satu ekor ayam jago. Dari 152 RT, alhamdulillah mengirim semua. Ini bentuk dukungan dan sengkuyung (gotong royong) bareng-bareng," ujar Nuryati.
| Baca juga: Gamis Hanbok Gaya Korea, Bisa Jadi Pilihan Busana Muslimah Ramadan 2026 |