10 September 2026 22:57
Hampir empat pekan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 melanda Flores, Nusa Tenggara Timur, RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo masih menjalankan seluruh pelayanan medis di dalam tenda-tenda darurat.
Langkah ini diambil karena bangunan utama satu-satunya rumah sakit di Kabupaten Nagekeo tersebut mengalami kerusakan cukup parah sehingga dinilai tidak aman jika tetap digunakan.
Seluruh bentuk pelayanan kesehatan terpaksa dipindahkan ke area luar gedung, meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga kamar operasi. Pelayanan darurat ini memanfaatkan total 16 tenda bantuan yang terdiri atas 5 tenda dari Kementerian Kesehatan, 5 tenda dari BNPB, 5 tenda dari TNI, serta 1 tenda dari TNI-Polri.
"Pascagempa pelayanan semuanya dilakukan di luar gedung. Pelayanan dilakukan di tenda-tenda dan kami bersyukur kami mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan lima tenda, dan dari BNPB ada lima tenda, dan dari TNI ada lima tenda, dan dari TNI-Polri satu tenda. Dan semua pelayanan dilakukan di tenda-tenda, dari pelayanan rawat jalan, rawat inap, ICU, kamar operasi, NICU, dan IGD semua di tenda-tenda,” ujar Direktur RSUD Aeramo Nagekeo, Chandrawati, dalam tayangan Primetime News Metro TV, Kamis, 10 September 2026.
Selama beroperasi di tenda, para petugas medis dan pasien harus menghadapi kendala cuaca berupa hembusan angin kencang dan teriknya sinar matahari. Khusus untuk tenda kamar operasi yang membutuhkan kondisi steril, terpaan angin menjadi masalah serius.
Guna menjaga keamanan, personel TNI dari Brigif 42 Nagekeo membangun lapisan pelindung tambahan yang akan dilapisi tenda BNPB agar struktur tenda operasi lebih kokoh.