Hadiri KTT BRICS, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Sebagai Negara Independen

14 September 2026 14:28

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia sebagai negara independen yang tidak mau didikte oleh negara mana pun. Prabowo menyatakan Indonesia ingin mewujudkan ketahanan pangan dan ketahanan energi secara mandiri. Hal tersebut disampaikannya pada saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India. 

"Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan menjadi mandiri. kami telah memperkuat fondasi untuk terus menjaga pedamaian dan memperkuat kepercayaan. Eenrgi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi dan memperkuat keamanan energi untuk mendorong kondisi ekonomi kita dan membangun ketahanan yang berkelanjutan," ujar Prabowo, dikutip dari tayangan Zona Bisnis Metro TV pada Senin, 14 September 2026. 

Dalam sesi terbatas KTT BRICS 2026, Prabowo juga menyampaikan pesan terkait pentingnya aksi nyata, ketahanan pangan di tengah potensi kerentanan geologis (ring of fire), serta tatanan dunia yang adil dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai lembaga yang sentral dan responsif. 
 



Prabowo turut mendukung wacana BRICS dalam mendorong pembangunan New Development Bank (NDB). Pada keanggotaan pertama September 2025, Indonesia telah menyetorkan dana sebesar Rp16,65 triliun untuk mendukung bank ini. 

Terkait kesepakatan tarif dagang sebesar 10 persen dengan Amerika Serikat (AS) yang dibahas dalam KTT BRICS 2026, Indonesia menegaskan tidak ada praktik kerja paksa, AS tetap menerapkan tarif tersebut. BRICS turut menaruh perhatian serius terhadap hal ini dan mendorong solusi yang sesuai dengan prinsip World Trade Organization (WTO). 

Dalam keanggotaan Indonesia di BRICS kali ini, Prabowo diharapkan dapat membawa Indonesia untuk bisa berkontribusi penuh, terutama dalam memberikan dampak nyata kepada masyarakat Indonesia.


(Lutfia Azzahra)

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X