Nyadran Jelang Ramadan Bawa Berkah bagi Pedagang Bunga Tabur TPU Karet

Enrich Samuel • 17 February 2026 14:35

Jakarta: Tradisi nyadran menjelang Ramadan membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk para pedagang bunga tabur di TPU Karet, Pasar Baru Barat, Jakarta. Peningkatan jumlah peziarah yang datang untuk berdoa dan membersihkan makam keluarga mendorong kenaikan penjualan bunga secara signifikan.

Nanda, salah satu penjual bunga tabur di kawasan tersebut, mengaku merasakan lonjakan pembeli sejak awal Februari. Ia menyebut harga bunga tabur saat ini mencapai Rp10 ribu per bungkus.

“Ini harga kembangnya Rp10.000. Air mawar sama, Rp10.000,” ujar Nanda pada Selasa, 17 Februari.

Ia juga menawarkan bunga tangkai dan buket bagi peziarah yang ingin membawa rangkaian bunga lebih lengkap. 

“Kalau bunga pertangkai mas harganya Rp10.000 juga, jadi kalau yang buket Rp100.000 karena isinya 10 tangkai,” jelasnya.

Nanda menjelaskan harga bunga pada momen menjelang Ramadan memang berbeda dibandingkan hari biasa. Ia menyebut harga bunga tabur pada hari normal hanya Rp5 ribu per bungkus, sementara saat Ramadan naik menjadi Rp10 ribu. 

“Harga buat hari-hari biasa sama ini mah jauh beda. Momen biasa Rp5.000, ini jadi Rp10.000,” ungkapnya. Meski begitu, ia menilai kenaikan harga tahun ini tidak terlalu signifikan dibandingkan Ramadan tahun lalu. “Ada mas, tapi enggak gede juga, kayak naik Rp2.000,” katanya. Ia justru melihat peningkatan jumlah pembeli yang lebih terasa dibandingkan kenaikan harga. “Beda banget mas, tahun ini lebih rame,” tambahnya.

Nanda mengaku baru kembali berjualan sekitar sepekan terakhir setelah melihat tanda-tanda keramaian peziarah. 

“Baru seminggu kemarin mas, karena udah mulai ramai juga,” ujarnya.

Ia memilih tetap berjualan di luar area makam, seperti yang sudah ia lakukan sejak lama. “Kita dari dulu emang udah di luar mas, hari biasa juga jualannya di luar,” tuturnya.


Gerakkan roda perekonomian


Ramadan tidak hanya menghadirkan suasana religius di TPU Karet, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kecil di sekitarnya. Lewat pantauan Metrotvnews.com pelaku UMKM kuliner serta jasa parkir juga turut mendapatkan dampak positif dari momen Nyadran ini. 

Diketahui jasa parkir di TPU karet merogoh kocek Rp5.000 per kendaraan roda 2. Namun, uniknya untuk harga jajanan atau makanan berat sendiri juga tidak mengalami kenaikan harga, tetap sama seperti di hari biasa.

Bagi Nanda, meningkatnya jumlah peziarah menjadi harapan untuk menambah penghasilan keluarga di tengah kebutuhan yang ikut meningkat selama bulan suci. Dengan senyum ramah, ia melayani setiap pembeli yang datang, berharap berkah Ramadan turut menguatkan usahanya tahun ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)