29 October 2026 11:19
Hujan yang mengguyur Kota Palembang, Sumatra Selatan, selama empat hari terakhir berhasil mengurangi kepekatan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bau asap sisa kebakaran mulai menghilang dan aktivitas masyarakat di luar ruangan berangsur normal.
Meski kabut asap tampak kasatmata menipis, kualitas udara di Palembang belum pulih sepenuhnya. Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk parameter partikulat halus (PM2,5) masih menunjukkan angka 166, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatra Selatan masih berlangsung hingga 30 Oktober. Namun, intensitas hujan diprediksi mulai menurun pada rentang 30 Oktober hingga 1 November mendatang.
Menghadapi kondisi udara yang belum sepenuhnya aman, fasilitas pelayanan kesehatan di Palembang tetap siaga. Dokter Fungsional Puskesmas Dempo, dr. Oka Kurnia Hayati, mengatakan pihaknya telah mengoperasikan posko layanan kesehatan 24 jam, baik di puskesmas induk maupun di wilayah Kecamatan Ilir Timur Satu.
"Kami sudah menyiapkan ruang tindakan lengkap dengan peralatan medis dan tabung oksigen. Kami juga menyediakan ruangan khusus nyaman oksigen, terutama bagi pasien anak-anak yang mengalami gejala ISPA," ujar dr. Oka dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis 29 Oktober 2026.
Puskesmas Dempo mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga Agustus mencapai 47 pasien anak dan 176 pasien dewasa. Seluruh pasien tertangani secara rawat jalan tanpa ada yang berkembang menjadi pneumonia maupun memerlukan rawat inap.
Mengingat parameter pencemaran udara masih tinggi, dr. Oka mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan secara mandiri.
"Kami tetap menganjurkan warga memakai masker saat berkegiatan di luar gedung. Untuk kegiatan di dalam rumah, perbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup," tuturnya.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan medis. "Jika mulai merasakan gejala batuk, meski baru satu hari, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar penanganannya lebih dini," pungkasnya.