Jakarta: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan peninjauan langsung kesiapan layanan kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, menjelang kedatangan kloter pertama.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh alur pelayanan berjalan optimal, mulai dari kedatangan di bandara hingga pemberangkatan jemaah menuju hotel.
Dalam kegiatan tersebut, tim PPIH juga memberikan pembekalan kepada petugas terkait mekanisme kerja di lapangan. Pembekalan mencakup alur pelayanan jemaah, termasuk penanganan sejak tiba di bandara hingga proses distribusi ke akomodasi.
Salah satu fokus utama dalam kesiapan tahun ini adalah penerapan skema
Makkah Route atau
fast track yang berlaku bagi empat embarkasi di Indonesia, yakni Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar. Melalui skema ini, proses imigrasi telah diselesaikan sejak di tanah air, sehingga setibanya di Madinah jemaah dapat langsung menuju bus tanpa pemeriksaan ulang.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. Petugas diminta untuk siaga dalam memberikan penanganan cepat guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah.
Di Bandara Madinah sendiri, terdapat empat titik kedatangan jemaah, yakni area
fast track, terminal internasional, terminal haji, dan area zero. Seluruh titik tersebut telah dipetakan untuk memastikan alur pelayanan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Tahun ini juga terdapat perubahan signifikan dalam sistem penanganan bagasi. Jika sebelumnya bagasi diambil di dalam terminal, kini seluruh bagasi jemaah, baik fast track maupun reguler, akan diturunkan di gedung khusus melalui area kargo. Proses ini diawasi oleh tim khusus untuk menjaga keamanan dan ketertiban distribusi bagasi.
Tenaga penghubung RI–Arab Saudi, M Yusuf Bahar, menjelaskan adanya perubahan mekanisme tersebut, khususnya dalam penanganan bagasi.
“Kita kasih tahu alur cara kerjanya pelan-pelan, termasuk bagaimana cara menjamu jemaah haji. Perbedaan tahun ini, koper tidak lagi keluar di dalam terminal. Sekarang diturunkan di gedung khusus melalui area kargo, dan ada tim khusus yang mencatat serta mengendalikan bagasi tersebut,” ujar Yusuf.
PPIH menegaskan koordinasi antarpetugas dan instansi terkait terus diperkuat, termasuk peran tenaga penghubung di lapangan, guna memastikan seluruh proses kedatangan jemaah berjalan terpadu, aman, dan lancar.