9 May 2026 18:17
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) hingga akhir 2026. Langkah ini ditandai dengan penggunaan teknologi drone sebagai perangkat baru untuk membantu operasi Satuan Tugas (Satgas) darat di lapangan.
Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan bahwa Sumatra Selatan merupakan salah satu daerah prioritas utama dalam penanganan Karhutla tahun ini. Selain Sumsel, daerah lain yang masuk dalam kategori rawan meliputi Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Penerapan teknologi drone ini saat ini masih dalam tahap pengujian dan difokuskan untuk menangani titik api berskala kecil. Drone berfungsi sebagai pendukung Satgas darat agar proses pemadaman dini dapat dilakukan secara lebih efektif dan cepat sebelum api meluas.
"Tapi ketika cuaca sudah relatif panas kemudian juga memadamkan apinya tidak bisa dilakukan dengan operasi modifikasi cuaca, tentu saja operasi pemadamannya tidak bisa menggunakan drone, karena kebakarannya sudah cukup luas," ungkap Kepala BNPB, Suharyanto, yang dikutip Headline News pada Sabtu 9 Mei 2026.
| Baca juga: KSP Pastikan Penanganan Karhutla Secara Cepat, Terpadu, dan Terukur |