KSP Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman. Foto: Metro TV/Kautsar
KSP Pastikan Penanganan Karhutla Secara Cepat, Terpadu, dan Terukur
M Sholahadhin Azhar • 6 May 2026 14:41
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, memastikan kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini sebagai bagian dari dukungan kepada Presiden dalam pengendalian program prioritas dan pengelolaan isu strategis.
"Setiap kendala di lapangan akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait," kata Dudung dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu, 6 Mei 2026.
Hal itu diungkap saat peresmian Reaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Palembang. Peresmian dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.
Kegiatan ini, kata Dudung, menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau 2026. Reaktivasi desk koordinasi dilakukan memastikan seluruh unsur pemerintah pusat hingga daerah, bergerak dalam satu komando penanganan yang cepat, terpadu, dan terukur.
"Agar respons pemerintah berjalan lebih cepat, perlindungan masyarakat terjaga, dan risiko kerugian sosial, ekonomi, serta lingkungan dapat ditekan sejak awal," kata Dudung.
Dudung menyebut kehadiran lintas kementerian dan lembaga menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara sektoral. Namun, harus melalui orkestrasi bersama dari hulu hingga hilir.
Kantor Staf Presiden (KSP) akan terus memantau pelaksanaan kesiapsiagaan karhutla sebagai bagian dari dukungan kepada Presiden dalam pengendalian program prioritas dan pengelolaan isu strategis.
.jpeg)
KSP Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman. Foto: Metro TV/Fachri
Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani serta Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru.