Antisipasi El Nino, Banyumas Siaga Kekeringan dan Karhutla

Ilustrasi-Area persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang kekeringan akibat musim kemarau. (DOK.PEMKABBEKASI)

Antisipasi El Nino, Banyumas Siaga Kekeringan dan Karhutla

Media Indonesia • 4 May 2026 15:20

Banyumas: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan langkah untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) pada musim kemarau 2026. Kondisi kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dan disertai suhu yang lebih tinggi, akibat pengaruh fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya. Pada musim kemarau tahun lalu, kekeringan tercatat melanda 81 desa yang tersebar di 19 kecamatan, dengan wilayah selatan Banyumas menjadi daerah paling terdampak.

“Berdasarkan data sebelumnya, wilayah selatan Banyumas masih menjadi prioritas penanganan karena tingkat kerawanannya cukup tinggi saat musim kemarau,” ujar Dwi, Senin, 4 Mei 2026.

Ilustrasi: Kondisi salah satu sawah dalam mulai menguning karena kondisi kering di Bandung Raya, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha.

Untuk penanganan jangka pendek, BPBD telah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan armada mobil tangki.  Total armada yang siap dikerahkan mencapai 10 unit, terdiri dari tiga unit milik BPBD Banyumas, satu unit bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, satu unit dari PMI, satu unit dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta empat unit dari PDAM.

“Distribusi air bersih akan kami maksimalkan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang mulai mengalami krisis air,”jelasnya.

Sementara itu, dalam upaya jangka panjang, BPBD akan mengusulkan titik-titik rawan kekeringan kepada dinas teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum, untuk pembangunan sumur bor maupun sarana penyediaan air bersih lainnya.

BPBD juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dengan menyiapkan 15 unit pompa air berkapasitas besar. Sejumlah kecamatan yang masuk kategori rawan antara lain Kebasen, Rawalo, Purwojati, Cilongok, Wangon, Ajibarang, dan Gumelar. Upaya pencegahan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama Perhutani, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Jika terjadi kekurangan air bersih, segera laporkan agar bisa segera kami tindak lanjuti,” tambahnya. (MI/LD)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)