Status Siaga Darurat Bencana di Cianjur Diperpanjang

Cuaca ekstrem. Foto- Ilustrasi Metrotvnews

Status Siaga Darurat Bencana di Cianjur Diperpanjang

Silvana Febiari • 4 May 2026 08:01

Cianjur: Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memperpanjang status siaga darurat bencana tahun 2026. Perpanjangan ini menyesuaikan prediksi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan pihaknya sudah memetakan beberapa wilayah rawan terdampak bencana seperti banjir, longsor, dan bencana lainnya sebagai langkah antisipasi penanganan bencana.

"Status siaga darurat bencana diperpanjang dan Pemkab Cianjur sudah menyiapkan anggaran dana kebencanaan untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan kemungkinan peralihan musim yang berpotensi terjadinya kemarau panjang," katanya, dilansir dari Antara, Senin, 4 April 2026. 
 


Status siaga darurat bencana ditetapkan dengan menyesuaikan prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga Juni–Juli di sebagian besar wilayah Cianjur. Kondisi ini juga mencakup masa peralihan musim dari hujan ke panas.

Dia menjelaskan status siaga darurat bencana di Cianjur sebelumnya telah berakhir pada 30 April. Namun melihat kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda serta bencana alam yang terjadi di sejumlah kecamatan membuat pihaknya memperpanjang status tersebut.

Bencana alam terbaru terjadi di dua kecamatan, Mande dan Cipanas. Banjir bandang menerjang wilayah Desa Jamali, Kecamatan Mande, membuat puluhan rumah warga terendam banjir, 15 di antaranya rusak berat, serta banjir meredam 30 rumah di Desa Batulawang, Kecamatan Pacet.


Banjir bandang merendam sekitar 30 rumah di Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akibat hujan deras sejak petang membuat sungai meluap, Kamis, 30 April 2026. ANTARA/Ahmad Fikri


Seperti diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur mengajukan perpanjangan status siaga darurat bencana hingga Desember 2026 karena saat ini memasuki peralihan musim dari musim hujan ke panas. Pada peralihan musim diprediksi terjadi kemarau lebih cepat dan panjang sehingga perlu diwaspadai masyarakat terutama di wilayah rawan kekeringan.

"Musim kemarau basah sudah mulai terjadi, di mana hal tersebut merupakan perubahan cuaca dimana pada siang cerah atau panas dan saat petang hingga malam terjadi hujan," kata Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat.

Informasi dari BMKG, tutur dia, setelah kemarau basah berlalu akan terjadi musim kemarau yang lebih cepat. Musim kemarau tersebut diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan tahun dan berlangsung cukup panjang.

Sebagai upaya mengantisipasi kondisi tersebut, pihaknya bersama Pemkab Cianjur telah melakukan mitigasi dan pemetaan wilayah. Upaya itu termasuk penambahan titik sumur bor dan embung air sebagai sumber air bagi warga di wilayah rawan kekeringan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)