20 January 2026 19:56
Proses evakuasi terhadap dua jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus diupayakan oleh Tim SAR Gabungan hingga Selasa sore, 20 Januari 2026. Medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Berdasarkan laporan terkini dari Posko Evakuasi di Pangkep, tim di lapangan harus bekerja ekstra hati-hati. Kondisi geografis berupa tebing yang terjal dan licin, ditambah dengan hujan deras serta angin kencang yang datang tiba-tiba, memperlambat pergerakan tim evakuasi.
Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, mengonfirmasi bahwa posisi kedua korban berada di area persawahan sebelum Kampung Kampung Lampesu, Desa Rompegading.
Hingga pukul 15.15 WITA, Tim SAR telah memulai proses penarikan jenazah kedua dari dasar jurang menggunakan sistem Z-Rig. Jenazah tersebut ditarik dari kedalaman sekitar 350 meter dan masih menyisakan kurang lebih 100 meter menuju bibir tebing.
| Baca juga: Tim SAR Menginap di Jurang Demi Jaga Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 |