Markas Besar TNI Angkatan Darat menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas insiden kerusakan pada sistem sling Jembatan Gantung Garuda di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang terjadi saat proses peresmian. Berdasarkan hasil investigasi internal, kerusakan tersebut dipicu oleh beban berlebih akibat puluhan orang yang menumpuk di atas jembatan secara bersamaan melebihi kapasitas maksimal.
Tim investigasi gabungan telah diterjunkan untuk memeriksa secara menyeluruh berbagai aspek struktur bangunan dan sistem pendukung jembatan. Dari hasil pemeriksaan teknis, tim menemukan sejumlah catatan penting, di antaranya pengait blok anchor yang patah, ketidaksesuaian konfigurasi dan posisi blok anchor terhadap pylon, sistem roller dan turnbuckle, konfigurasi sling bawah, hingga adanya perbedaan elevasi pada bagian pylon.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI
Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa pihak TNI AD bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Garuda dikategorikan sebagai jembatan perintis yang dibangun untuk membuka akses keterisolasian masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis tebing yang sulit dijangkau konstruksi beton permanen.
"Selaku Dansat, Kepala Satgas jembatan ini yang ditunjuk oleh Presiden, saya pribadi dan bersama anggota memohon maaf atas kejadian tersebut. Kami bertanggung jawab atas kejadian tersebut," ujar Jenderal Maruli Simanjuntak dikutip dari
Metro Siang, Metro TV, Selasa 8 September 2026.
Kasad mengungkapkan, insiden tersebut murni terjadi karena faktor kelebihan muatan. Berdasarkan aturan teknis, jembatan perintis memiliki batasan muatan yang ketat.
Pada area masuk jembatan sebenarnya telah dipasang rambu peringatan tertulis yang membatasi jumlah pengguna, yakni tidak boleh dilintasi lebih dari lima orang secara bersamaan di satu titik. Namun, saat kejadian, terdapat sekitar 50 orang yang menumpuk di atas jembatan.
Menindaklanjuti hasil investigasi ini, TNI AD berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan total serta menyempurnakan kembali bagian-bagian struktur jembatan agar memenuhi standar keamanan yang lebih optimal bagi mobilitas warga ke depannya.